396000 Ton Minyak Goreng Curah Bersubsidi Dibawa Ke Pasar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) DKI Jakarta, per 23 Mei 2022, volume distribusi minyak goreng kapasitas besar bersubsidi melalui Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) mencapai atau terpenuhi 120.290,28 ton pada Mei (23 ). Jumlah tersebut sebesar 194.634 ton atau 61,8% dari kebutuhan bulanan nasional. situs judi slot online freebet 2021

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasmeta mengatakan total sirkulasi mencapai 396.533,27 ton sejak program minyak goreng bersubsidi dimulai Maret lalu.

Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) merupakan wadah pengawasan pendistribusian minyak goreng curah bersubsidi untuk digunakan dalam pertukaran untuk melakukan persetujuan ekspor sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

SIMIRAH adalah platform dengan berbagai fungsi tampilan, termasuk informasi produksi, pelacakan distribusi MGC, distribusi distribusi (lokasi produsen dan distributor), dan distribusi real-time (lokal dan regional). Fungsi-fungsi ini digunakan untuk memantau kemajuan pengeluaran minyak goreng curah yang didukung.

“Dalam hal ini, Menperin mengawal data dan informasi Samira untuk tuntutan tersebut,” kata Menperin, Rabu (25/5/2022) dalam keterangan resmi.

Untuk melakukan tugas pengawasan tersebut, Menteri Perindustrian membentuk tim yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinasi Penanaman Modal Maritim, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Sekretariat. Jaksa Agung UEA. Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Otoritas Pengawasan Pembangunan Keuangan.

* Apakah itu nyata atau scam? Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang disebarluaskan, silakan kirim Liputan6.com Fact Check Number 0811 9787670 ke WhatsApp dengan kata kunci yang diperlukan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan ekspor CPO dan turunannya yang ditutup sementara pada April tahun lalu, pada 23 Mei 2022.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan tercapainya ketersediaan minyak goreng dan rendahnya harga minyak goreng curah, serta kecukupan tenaga kerja petani kelapa sawit dan industri kelapa sawit.

Juru bicara industri Fabri Hendry Anthony Arif juga mengatakan kementerian akan terus berkontribusi dalam upaya penyediaan minyak goreng sawit dan meningkatkan distribusi ke masyarakat, usaha kecil dan usaha kecil.

Penerapan pasokan minyak goreng curah bersubsidi menunjukkan bahwa produksi dan pasokan di sisi produsen cukup baik.

“Peluang ini mendorong kami untuk meningkatkan sisi distribusi kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kami, usaha kecil dan usaha kecil dengan harga yang terjangkau,” kata Februari.

Putu Julie Ardeka, Direktur Jenderal Pertanian dan Industri Kementerian Perindustrian, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi 7 DPR-RI pada Selasa (24/5) mengatakan produsen minyak nabati dapat memilih nilai realisasi distribusi DN mereka sebagai ekspor. kuota (DMO). Atau klaim subsidi.

Tindak lanjut Kementerian Perindustrian terkait penghentian program pasokan minyak goreng curah bersubsidi akan mendorong produsen untuk menyelesaikan klaim subsidi dengan berpartisipasi aktif dalam pembentukan departemen ekspor dan departemen distribusi minyak goreng sawit DMO.

Selanjutnya, kami akan mengembangkan platform SIMIRAH dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAs) bersama dengan INSW dan memberikan bimbingan teknis untuk mengkoordinasikan, memfasilitasi, mensosialisasikan dan memberikan peningkatan tindakan produsen terkait dengan perubahan kebijakan untuk menyediakan minyak nabati di DN.

“Kementerian Perindustrian, Direktur Samira, terus mengembangkan platform untuk mendukung program pasokan kelapa sawit mendatang,” kata Bhutto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Enam Momen Citra Kirana Menemani Anak-anaknya Untuk Vaksinasi Dan Menenangkan Diri Meski Rizki Aditya Dalam Kesulitan
Next post Distribusi Yang Lancar Dimungkinkan Karena Minyak Goreng Berkapasitas Besar Yang Didukung Dimatikan