Ada Yang Masih Pelajar, 3 Tersangka Pembakaran Pospol Pejompongan Terancam 5 Tahun Penjara

JAKARTA – Polres Metro Jakarta TENGAH telah menangkap pelaku pembakaran tiang Pegombongan yang terbakar saat unjuk rasa mahasiswa, Senin (4 November 2022).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka. Satu dari tiga tersangka masih berstatus pelajar. situs judi slot online gampang menang bonus new member 100

“Satu dari tiga tersangka masih di bawah umur, SMK level 3 (inisial AF), yang kedua adalah perwakilan rumah sakit berusia 22 tahun, dan yang ketiga, adik laki-laki RE (19 tahun) belum pernah ke rumah sakit. RSUD. Demikian disampaikan Wapres Polda Metro Jaya, AKBP Setyo Koes Heriyatno dalam konferensi pers, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti dalam penyelidikan tersebut.

Barang bukti termasuk pecahan bom molotov, rekaman CCTV, dan pecahan kaca.

Sitio mengatakan tiga tersangka dalam kebakaran surat itu berasal dari kota Bekasi yang sama.

“Semua kota saling kenal. Semuanya dari Bekasi,” katanya.

Seto mengatakan selama penyelidikan, tiga orang mengakui bahwa situs Pegombongan dibakar menggunakan bom molotov. Namun, penyidik ​​masih mendalami motifnya.

Sementara itu, Wisnu Wardana, Kepala Bareskrim AKBP Polres Jakarta Pusat, mengatakan kebakaran di sub-area Pol Pejompongan terjadi setelah protes di gedung DPR dibubarkan karena protes yang berakhir dengan kekacauan oleh pihak berwenang.

Saat tersangka bubar, mereka pindah ke Slebi dan akhirnya membakar posko Pegombongan di Jalan Pegombongan Raya.

“Mereka membuat bom molotov dari akselerator atau pecahan botol berisi bahan bakar, kemudian dibakar dengan cara dibakar dan dibuang ke lokasi kejadian,” kata Wisnu.

Ketiga terdakwa dijerat dengan pidana gabungan hingga lima tahun penjara dengan menggabungkan Pasal 187 KUHP dan Pasal 170 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post DJ Una Bakal Laporkan DNA Pro Ke Mabes Polri Hari Ini, Kuasa Hukum Sedang Siapkan Bukti
Next post Polisi Sebut Dugaan Pengeroyokan Oleh Putra Siregar Dan Rico Valentino Dipicu Karena Perempuan