Baramulti Sukses Sarana Bagikan Dividen Rs 411,04 Per Saham

Liputan6.com, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menyetujui pembagian dividen tunai final atas laba bersih tahun 2021.

PT Baramulti Suksessarana Tbk telah membayar 75 juta USD, atau sekitar 1,7 triliun rupiah, sebagai dividen tunai final yang akan dibagikan kepada 2.616.500.000 saham. slot online bni

Dividen akan dibagikan dalam mata uang dolar AS atau rupiah sesuai kurs rata-rata yang ditetapkan Bank Indonesia pada 21 Maret 2022. Ini adalah 1 USD = 14.340 rupee, atau 0,02866425 USD atau 411.045345 rupee per saham.

Setelah itu, dividen tunai final akan dibayarkan kepada pemegang saham yang terdaftar dalam daftar pemegang saham pada 19 Mei 2022 (tanggal pendaftaran), dan dividen tunai final akan dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak ringkasan pengumuman. dari menit.

Sementara itu, dividen tunai final disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS).

Menurut pernyataan resmi yang dibuat pada hari Sabtu, 30 April 2022, BSSR melaporkan total pendapatan $691,37 juta, laba kotor $351,6 juta, dan EBITDA $285,48 juta untuk tahun 2021. BSSR juga melaporkan laba bersih $205,16 pada tahun 2021, sementara itu melaporkan laba bersih $30,52 juta pada tahun 2020.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 28 April 2022, harga saham Bahrain Basic Industries Corporation (BSSR) naik 11,17% menjadi Rs 5.025 per saham. Saham Bahrain Company for Strategic Studies and Research memuncak pada 5.050 rupee per saham dan terendah di 4.530 rupee. Total volume perdagangan adalah 4.953.100 saham. Omset harian saham ini Rp 23,8 miliar. Jumlah total perdagangan 3.265.

Selama tahun 2022, saham BSSR meningkat 22,86% menjadi Rs 5.025 per saham. Saham Bahrain Company for Strategic Studies and Research mencapai harga tertinggi Rs 5.050 per saham dan terendah Rs 2.680 per saham. Total volume perdagangan adalah 213.688.600 saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 569,8 miliar. Jumlah total transaksi adalah 99.595.

Selain itu, Perseroan telah mengangkat kembali seluruh anggota Direksi dan anggota Direksi Perseroan sebagai berikut:

Komite:

Ketua : Doddy Sumantyawan HS;

Wakil Ketua: Sanjeev Choriwala;

Komisaris: Daniel Magika.

Komisaris: Shweta Mathur.

Anggota: Jeon, Tae-Hyeon;

Anggota Independen: Kuntoro Mangkusuproto;

Anggota Independen: Agus Gurlaya Kartasasmita; Dan

Komisaris Independen: Paul Tambonon

Grup sutradara:

Direktur Utama: Widada;

Wakil Presiden: Anand Agarwal;

Sutradara: Abhishek Singh Yadav;

Sutradara: Didan Ramadhan.

Disutradarai oleh: Dido Ansrul

Sutradara: Paul Lee Seung-Hoon; Dan

Sutradara Luar : Adikin Basirun.

Perseroan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2021. Pendapatan meningkat 108,58% dari $331,4 juta pada tahun 2020 menjadi $691,3 juta pada tahun 2021.

Biaya penjualan adalah $339,76 juta pada tahun 2021, naik dari $231,5 juta pada tahun sebelumnya. Akibatnya, laba kotor meningkat 251,93%, dari $99,9 juta pada tahun 2020 menjadi $351,6 juta pada tahun 2021.

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) telah meningkatkan biaya umum dan administrasi dari $48,94 juta pada tahun 2020 menjadi $74,62 juta pada tahun 2021. Beban penjualan adalah $99,9 juta, meningkat $351,6 juta pada tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. dolar. Perusahaan melaporkan peningkatan biaya operasional sebesar $4,93 juta pada tahun 2021 dibandingkan dengan $2,1 juta pada tahun 2020.

Perusahaan melaporkan laba operasi pada tahun 2021 adalah $264,44 juta, naik 540,40%, naik 10% dari $41,29 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Laba kotor yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan induk pada tahun 2021 meningkat 572,22% menjadi $25,16 juta, naik 572,22% dari $30,52 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Total utang pada tahun 2021 adalah $182,7 juta, naik dari $72,96 juta pada periode yang sama tahun lalu. Modal perusahaan akan mencapai $ 252,61 juta pada tahun 2021, naik dari $ 190,37 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Total aset meningkat dari $263,34 juta pada tahun 2020 menjadi $435,31 juta pada tahun 2021. Perusahaan menerima kas dan setara kas sebesar $165,76 juta pada tanggal 31 Desember 2021, naik dari $25,43 juta pada periode tahun sebelumnya.

Penjualan batu bara perseroan dan afiliasinya pada 2021 sebesar 10,73 juta ton, naik 13,67 juta ton dari periode yang sama tahun lalu. Pada tahun 2021, penjualan batu bara terbesar perseroan adalah China 41,22%, Indonesia 27,93%, India 22,43%, lainnya 7,39% dan Korea Selatan 4,85%.

Berbeda halnya dengan penjualan Indonesia di tahun 2020 yang mencapai 38,24%. Diikuti oleh China dengan 23,82% dan India dengan 21,40%. Selain itu, negara lain seperti Filipina, Jepang dan Vietnam sebesar 13,03% dan Korea Selatan sebesar 3,51%.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Diaspora Indonesia Dapat Berinvestasi Di SBN Melalui BNI
Next post Rentan Penyelewengan, Pemerintah Diminta Evaluasi Formula Penetapan Harga BBM