Belum Lengkap, Berkas Perkara Indra Kenz Kasus Binomo Dikembalikan Ke Bareskrim

JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap bahwa berkas perkara Indra Kesuma alias Indra Kenz masih belum lengkap.

Adapun Indra Ditetapkan sebagai dugaan kasus judi online berkedok perdagangan opsi biner melalui aplikasi Binomo.

Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara menambahkan bahwa berkas perkara Indra Kenz telah dikembalikan sejak sebelum lebaran atau akhir April 2022 lalu oleh Jaksa Peneliti. situs judi slot online yang lagi bagi2 kemenangan banyak

“Dikembalikan akhir April sebelum cuti bersama,” kata Chandra saat dikonfirmasi, Senin (9/5/2022).

Chandra menuturkan bahwa kini masih tengah melenkapi berkas perkara Indra Kenz.

Hal itu pun sesuai dengan Arahan yang telah diberikan oleh Jaksa Peneliti.

“Masih kita lengkapi P-19-nya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bareskrim juga masih akan menyelesaikan berkas perkara 6 tersangka kasus Binomo lainnya. Hingga kini, berkas tersebut masih dalam proses penyelesaian.

Sebagai informasi, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan 7 tersangka dalam dugaan kasus judi online berkedok trading binary option melalui aplikasi Binomo.

Adapun pihak yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka adalah Indra Kesuma Alias ​​​​Indra Kenz yang merupakan Affiliate Binomo. Tak Rama Setella Itu, Barescream Kembali Menetapkan Tiga Tersanka Baru.

Mereka adalah Fakar Suhartami Pratama atau Fakarich Yang juga Expert Trading Indra Kenz, Manajer Binomo Brian Edgar Nababan (BEN) dan Wiki selaku Management Social Media Indra Kenz.

Belakangan, penyidik ​​​​​​​​ menetapkan kembali tiga tersangka yang terlibat dalam dugaan tindak pidana uang dari Indra Kenz.

Mereka Adela Vanessa Khong yang merupakan pacar Indra Kenz, ayah Vanessa, Rudiyanto Pei dan adik Indra Kenz, Nathania Kesuma.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Tanggapan Kemenkes Soal Anak Meninggal Dunia Di Jawa Timur Diduga Akibat Hepatitis Akut
Next post Penumpang Di Terminal Kampung Rambutan Keluhkan Keterlambatan Bus