Berkontribusi Besar Ke Negara, Tembakau Diusulkan Jadi Komoditas Prioritas

Reporter Cino Tre Sollistino melaporkan

Asosiasi Tembakau Jakarta-Indonesia (AMTI) menyerukan agar tembakau menjadi prioritas nasional dan komoditas unggulan karena memiliki peran strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Presiden AMTI Bodidoyo menjelaskan Industri Hasil Tembakau (IHT) memiliki multiplier effect yang luas dengan menyerap tenaga kerja, menyediakan segmen usaha dari hulu hingga hilir dan menggunakan bahan baku lokal. situs judi slot terbaik dan terpercaya

Bodidoyo mengatakan, “Produk ini harus menjadi produk prioritas, produk unggulan, karena kita patut berbangga dengan kontribusi signifikan tembakau. Saya meminta kontribusi signifikan ini dari kementerian terkait, khususnya Kementerian Pertanian dan Kehutanan.” 2022).

Menurut Kementerian Perindustrian, IHT saat ini menyerap 5,98 juta tenaga kerja, dan industri ini juga merupakan penyumbang pendapatan nasional terbesar.

Hal ini tercermin dari Pajak Hasil Tembakau (CHT) yang menyumbang Rp188 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, melebihi target penerimaan CHT sebesar Rp173,3 triliun untuk tahun 2021.

Bodidoyo berharap pemerintah dapat mensubsidi produk tembakau dengan memberlakukan regulasi yang mendorong pertumbuhan IHT secara keseluruhan.

Bodidoyo mengatakan, karena IHT merupakan ekosistem industri yang mengandalkan intervensi lini, kebijakan yang merugikan produk tembakau menghambat pergerakan semua lini dalam ekosistem IHT.

Misalnya, kebijakan pajak tembakau (CHT) yang disebut Budidoyo akan berdampak besar pada situasi petani tembakau.

Peningkatan Bukit Chittagong akan mendorong produsen tembakau untuk memangkas produksi, yang pada gilirannya akan mengurangi konsumsi tembakau oleh petani.

”Kontribusi tembakau besar tapi perhatiannya kurang. Kita masih harus memberikan kontribusi yang signifikan, tapi ruang gerak kita terbatas. IHT merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mata rantai,” jelasnya.

“Jadi ketika ada kebijakan baik hulu maupun hilir akan mempengaruhi seluruh ekosistem industri. Kontribusi yang signifikan tidak seimbang dengan pengolahan IHT,” kata Bodidoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Dalam Proses Cerai, Aufar Hutapea Sebut Masih Tinggal Serumah Dengan Olla Ramlan
Next post Malam Ini Presiden Jokowi Direncanakan Tarawih Di Masjid Istiqlal