Bukan Hoaks, Mafindo Perbarui Informasi Terkait Risiko BPA Pada Galon Guna Ulang

Informasi tentang risiko bisphenol A (BPA) galon (GGU) air minum (AMDK) dalam botol polikarbonat yang dapat digunakan kembali telah menjadi topik hangat diskusi di masyarakat akhir-akhir ini.

Mengenai risiko BPA, komunitas anti pencemaran nama baik (Mafindo) sebelumnya telah menyatakan bahwa masalahnya adalah misinformasi atau penipuan. situs judi slot online freebet 2020

Mafindo adalah komunitas anti-phishing yang telah resmi menjadi organisasi nirlaba yang sah dan bekerja untuk memerangi penyebaran penipuan dan meningkatkan pendidikan literasi digital bagi masyarakat.

Namun, Mafindo memberikan pembaruan terbaru dan mengatakan kesimpulan tentang masalah BPA yang sebelumnya ditandai sebagai penipuan tidak benar.

“Terkait perubahan kajian BPOM, kesimpulan kami bahwa BPA tidak berbahaya adalah tidak benar. Data kajian BPOM terbaru menunjukkan kandungan BPA dalam kemasan makanan/minuman polikarbonat berbahaya, dalam hal ini BPOM akan terus melakukan pemantauan lebih lanjut. . ” , Buku Mapindo.

Marvindo mengutip turnbackhoax.id dan setelah mengetahui faktanya, studi terbaru oleh BPOM menemukan bahwa kandungan BPA atau bisphenol-A, yang sering ditemukan dalam wadah plastik, sebenarnya berbahaya.

Berdasarkan data pengujian pasca pasar dari tahun 2021 hingga 2022 menggunakan sampel yang diambil di seluruh Indonesia, pergerakan BPA dalam galon polikarbonat (pergerakan BPA dari makanan ke kemasan makanan) “menunjukkan tren peringatan” Ternyata ambang batas kritis telah tercapai . .

Rita Endang, Agen Pengawas Pangan Olahan BPOM, menjelaskan uji migrasi BPA menunjukkan 33% sampel dari fasilitas distribusi dan distribusi dan 24% sampel dari fasilitas produksi berada dalam batas migrasi BPA 0,05 mg/kg. 0,6 mg/kg menurut transfer Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) dan peraturan Indonesia.

Rita mengatakan beberapa negara telah memperketat standar perbatasan imigrasi BPA untuk melindungi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Misalnya, negara bagian California (AS) mencantumkan label peringatan tentang bahaya BPA berupa kanker dan kehamilan serta disfungsi reproduksi.

Di sana, BPA termasuk sebagai salah satu senyawa yang diatur dalam Daftar Proposisi 65 (Peraturan California), dan label peringatan pada kemasan dan pengecer/rak setiap produk harus mencantumkan peringatan berikut: “Peringatan: Produk ini mengandung bahan kimia yang diketahui: dianggap oleh Negara Bagian California dapat menyebabkan cacat lahir atau gangguan reproduksi lainnya.”

FSA juga menilai kembali risiko BPA terhadap kandungan BPA makanan, dan sebagai hasilnya, EFSA mengusulkan asupan harian yang dapat diterima (TDI) 0,04 ng/kg berat badan/hari, atau 100.000 kali lebih sedikit dari asupan pra-TDI. dari BPA. – Atur ke 4 mikrogram per kilogram berat badan (mikrogram/kg berat badan/hari).

“BPOM mempelajari tren terkini, dinamika regulasi di berbagai negara, serta mengkaji kesiapan dan dampak ekonomi dari industri makanan,’ katanya.

BPOM Melawan Peraturan Pelabelan Bebas BPA

Untuk itu, untuk menjaga kesehatan masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memimpin penyusunan draf Peraturan Badan POM juncto Perubahan Kedua Peraturan Badan POM. Ini tentang pelabelan makanan olahan pada Maret 2018.

Dalam rancangan peraturan ini, BPOM tidak melarang penggunaan kemasan galon polikarbonat, tetapi mewajibkan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat untuk mencantumkan frasa “berpotensi mengandung BPA”.

Peraturan tersebut bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, pendidikan dan transparansi publik, serta menggerakkan pelaku komersial untuk berinovasi agar masyarakat berdaya saing/kompetitif untuk menghasilkan produk yang aman dan berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga melindungi lembaga komersial dan pemerintah dari potensi tuntutan masa depan dari masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Bu Rendy, Cari Peruntungan Pada Aksi Unjuk Rasa 21 April Di Kawasan Patung Kuda
Next post Pemudik Tujuan Sumatera Yang Memesan Tiket Bus Di Terminal Kampung Rambutan Melonjak