Contoh Naskah Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 2022: Memaksimalkan Sisa Bulan Puasa

Berikut adalah contoh khutbah jumat di penghujung bulan ramadhan 1443 Hijriah / 2022 M.

Contoh teks khutbah ini ada pada Sholat Jum’at (Jumat, 29 April 2022) hari ini.

Hari ini Jum’at terakhir Ramadhan 1443 H.

Contoh teks khutbah jumat yang diambil dari website NU Jawa Timur. nama nama situs judi


Informasi yang diberikan dapat disalin dan disebarluaskan ke situs jejaring sosial dengan menyalin naskah ini, atau ke beberapa masjid untuk dicetak ulang.

Khutbah Jumat Terakhir Ramadhan: Memaksimalkan Sisa Bulan Puasa

Khotbah I

Segala puji bagi Allah, dan bagi Tuhan kita Muhammad, utusan Allah, dan keluarga dan rekan-rekannya, dan untuk dia yang adalah Tuhan dan kepada siapa Tuhan adalah Tuhan, doa dan kedamaian. Setelah itu aku melindungimu dan jiwaku adalah kekuatan Tuhan di pelataran kitabnya

Berawal dari khutbah singkat ini, khatib berpesan kepada kita semua, khususnya khatib individu, agar senantiasa berupaya mengembangkan ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan dan larangan.

jumat jumat rahmat allah

Musim yang baik telah datang. Waktu pengampunan dan belas kasihan sudah dekat. Namun di tengah pandemi COVID-19, hal itu masih mengganggu kita. Pandemi ini masih berpeluang untuk menyerang, jadi kami akan terus melakukan vaksinasi untuk menaikkan level.

Tuan dan nyonya, Tuhan memberkati Anda

Situasi saat ini berbeda dari biasanya. Keadaan di sekitar kita selama Ramadhan tahun ini mungkin tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ekonomi bagi kebanyakan orang telah memburuk selama Ramadhan tahun ini dan terus melemah. Sikap dan keadaan tidak berubah. Tapi hati kita tidak bisa diubah. Sesulit apapun situasinya, hatimu tidak boleh goyah dan imanmu tidak boleh melemah. Marilah kita terus mengasah senjata kesabaran dan rasa syukur kita. Saatnya untuk menguji Tuhan apakah kita benar-benar memiliki kesabaran dan rasa syukur, apakah kesabaran dan rasa syukur hanya sebatas slogan di bibir kita.

kerumunan yang bahagia

Sebagaimana kita menghadapi Ramadhan tahun lalu, kita menghadapi Ramadhan tahun ini. Sama seperti yang kita lakukan dengan penuh semangat di Ramadhan lalu, kita akan meraih ampunan dan berkah, rahmat Allah dan keselamatan dari api neraka di bulan Ramadhan. Semangat ibadah kita harus kuat. Api motivasi kita harus selalu menyala. Semangat kebajikan dalam diri kita harus selalu dijaga. Ibadah bisa dilakukan dimana saja. Jika ini tidak memungkinkan di masjid dan musala, Anda bisa melakukannya di rumah bersama keluarga.

Selama bulan Ramadhan ini, kita tidak hanya berperang melawan godaan setan dan nafsu, tetapi kita juga berperang di medan perang melawan lingkungan. Situasi yang membuat banyak orang panik, takut, khawatir, kesulitan, khawatir, jengkel, peduli, jengkel, khawatir, menuduh, menghina, menghina, tidak sabar, tidak tahu berterima kasih. Kita tidak boleh kalah dengan situasi. Kita mengatasi situasi dengan menjaga hati kita. Hati kita harus tetap murni, tidak tercemar oleh deru panik dan ketakutan. Hati kita tidak boleh panik atau takut, tetapi harus tetap waspada. Ibadah tidak boleh ditinggalkan, namun protokol kesehatan juga tidak boleh diabaikan. Upaya prokreasi masih berlangsung, tetapi kepercayaan kepada Tuhan tidak boleh meninggalkan hati.

Tuan dan nyonya, Tuhan memberkati Anda

Di bulan Ramadhan, mari kita beribadah dengan iman Wavan untuk mendapatkan keridhaan Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa kita. Kami menyembah hanya untuk Tuhan dengan iman dan kemauan yang kuat.

Iman yang kuat adalah percaya bahwa Tuhan adalah satu-satunya realitas yang harus disembah, bahwa Dia adalah Pencipta segala sesuatu, bahwa Dia tidak membutuhkan apa-apa, bahwa Dia telah menetapkan segala sesuatu, bahwa Dia ingin semua hal dilakukan, bahwa Dia berbeda dari segalanya. sesuatu. Semua yang terjadi adalah kehendaknya. Semua yang terjadi adalah takdirnya. Kami percaya pada kebijaksanaan, pelajaran, dan makna di balik setiap pemikiran. Niatnya karena Allah. Artinya, niatnya hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Bukan karena saya ingin dipuji oleh sesama hamba. Bukan karena ingin mendapat simpati dari teman atau tetangga. Murni karena Tuhan. Bukan karena alasan lain.

Utusan Allah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian.

Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan harapan, dosa masa lalu akan diampuni (HR Bukhari)

Artinya: Seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan akan diampuni dosa-dosanya yang lalu hanya berdasarkan iman dan kehendak, dengan harapan pengampunan Allah. (HR Al-Bukhari)

Nabi Muhammad juga bersabda:

Orang-orang yang memelihara Ramadhan dengan iman dan harapan, dosa-dosa mereka sebelumnya akan diampuni (HR Bukhari)

Artinya: Seseorang yang menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat sunah (dan semua ibadah lainnya) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu karena didasarkan pada iman dan niat hanya untuk mencari keridhaan Allah. (HR Al-Bukhari)

Bapak dan Ibu yang dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Esa

Mari kita mengadakan ibadah lagi di bulan Ramadhan dengan iman yang benar, niat yang benar, dan tindakan yang benar. Kebenaran iman, kebenaran niat, dan kebenaran tata cara hanya dapat diwujudkan ketika kita menyadarinya. Karena itu, jangan bosan belajar teologi. Karena pengetahuan agama membimbing kita di jalan kehidupan yang aman di dunia ini dan menunjukkan kepada kita jalan menuju kesalehan.

kerumunan yang bahagia

Jadi ini adalah khotbah singkat. Semoga bermanfaat dan semoga kita semua diberkati. Amin, Raval Amin.

Saat saya mengatakan ini, saya meminta pengampunan Tuhan untuk saya dan Anda. Jadi mohon ampun. Karena Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

khotbah kedua Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan kaum Muslimin dan kaum beriman laki-laki dan perempuan, yang hidup dan yang mati, marilah kita melihat dari atas kapal malapetaka, tingginya biaya hidup, malapetaka, percabulan, kejahatan, penindasan, penindasan segala jenis pedang, kesengsaraan, dan kesengsaraan. Di negara tertentu di negara kita ini, dan di negara-negara Muslim pada umumnya, Anda semua adalah hamba Tuhan, dan Tuhan telah memerintahkan bahwa dalam keadilan, kebaikan, dan memberi kepada kerabat Anda, percabulan dan kejahatan dilarang, dan Anda diberi peringatan dengan kutukan Ingatlah Tuhan yang agung. Dia mengingat Anda, dan ingatannya tentang Tuhan lebih besar.

Sumber Khotbah: https://jatim.nu.or.id/

(/ Latifah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post SEA Games 2022 – Persiapan Minim, Malaysia U-23 Tetap Bidik Medali Emas Sepak Bola Putra
Next post Berita Foto : Melihat Antusiasnya Warga Palestina Beribadah Di Malam Lailatul Qadar