Dampak Perkembangan Digitalisasi, Jumlah Tenaga Kerja Perbankan Semakin Menyusut Setiap Tahun

JAKARTA – Semakin berkembangnya digitalisasi berdampak langsung pada jumlah tenaga kerja perbankan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2022, jumlah karyawan sejumlah bank tercatat cukup banyak dalam setahun terakhir.

Fakultas Senior Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai penurunan jumlah karyawan itu merupakan dampak dari digitalisasi sehingga musik karya manusia ke digitalisasi. link situs judi bola

Dia memperkirakan bank akan selektif dalam merekrut karyawan dan mengarah ke Sumber Daya Manunusia (SDM) berbasis digital.

Ke depan, Trioksa melihat jumlah perbankan masih akan menyusut lagi meskipun digitalisasi juga memunculkan kebutuhan akan SDM dengan keahlian khusus untuk mendukung bisnis bank.

Kayawan PT Bank Mandiri Tbk per Maret 2022 tercatat sebanyak 37.750. Jumlah itu menyusut 265 orang dalam setahun karena pada Maret 2021 masih tercatat sebanyak 38.015.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memiliki jumlah tenaga kerja 50.376 per Maret 2022. Ini terdiri dari 25.006 karyawan BCA dan 25.370 SDM anak usaha.

Angka itu turun 1.504 dari Maret tahun lalu yang tercatat 51.880. Adapun beban karyawan BCA secara konsolidasi pada kuartal I mencapai Rp 3,9 triliun atau naik 4,8% secara YoY.

Jumlah tenaga kerja PT Bank CIMB Niaga Tbk telah berkurang 814 orang dalam setahun hingga Maret 2022 menjadi 11,841 orang. Namun beban karyawan bank ini justru meningkat 3,8 % YoY menjadi Rp 1,11 triliun pada kuartal I tahun ini.

Karyawan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berkurang 72 orang dari akhir tahun lalu menjadi 27.105 orang pada Maret 2022.

Tetapi dibandingkan periode yang sama tahun lalu ada kenaikan 111 orang. Beban Tenaga Kerja BNI secara konsolidasi pada kuartal I 2022 mencapai Rp 2,93 triliun atau naik 7,8 % secara YoY.

SDM BNI secara perlahan menurun dari tahun ke tahun. Jika pada 2018 tercatat 27,803 orang, pada tahun 2019 berkurang menjadi 27.211, dan pada tahun 2020 menjadi 27.202.

Manajemen BNI mengatakan, alokasi jumlah karyawan diprioritaskan berdasarkan bisnis dan peralatan digital. Perseroan juga menawarkan skema penghargaan untuk hasil untuk mempertahankan dan menarik talenta terbaik.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) secara konsolidasi memiliki jumlah tenaga kerja 79.115 per Maret 2022 dimana 60.704 orang karyawan Bank BRI dan 18.411 talenta di anak usaha. Jumlah itu berkurang 270 orang dari akhir tahun 2021 yang tercatat 79.398 orang.

Namun, jumlah tersebut meningkat 14.160 dari periode Maret 2021 yang tercatat 64.955. holding ultra mikro pada Sepetmeber 2021 yang mengkosolidasi PNM dan Pegadaian ke BRI menjadi pendorong peningkatan ini.

Sementara beban tenaga kerja BRI pada kuartal I 2022 meningkat menjadi Rp 9,57 triliun dari Rp 9,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban secara bank hanya turun dari Rp 7,4 triliun jadi Rp 7,17 triliun.

Karyawan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dalam setahun terakhir hingga Maret 2022 masih naik 248 orang menjadi 11.381 orang.
Namun, jumlah itu sudah turun secara perlahan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, tenaga kerja BTN mencapai 11.810 orang. Lalu tahun berikutnya turun jadi 11.647 dan pada tahun 2020 jadi 11.224.

Padahal jumlah jaringan kantor bank ini sudah turun menjadi 727 pada pasar 2022 dari 737 pada Maret 2021. Beban karyawan BTN pada kuartal I 2022 meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah karyawannya yakni 8,2% YoY miliar.

Sumber: Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Bantah Akibat Keributan, Polisi Dalami Motif Anggota Brimob Letuskan 8 Tembakan Di Pasar Minggu
Next post Basa-basi Politik Jokowi Kirim Sinyal Ke Ganjar Pranowo Jelang Pemilu 2024, Ini Kata Pengamat