Digitalisasi Jadi Kunci Pasar Tradisional Bisa Perluas Jangkauan Konsumen Ke Seluruh Indonesia

Laporan Reporter Rinas Abdullah

Jakarta – Akibat pandemi COVID-19, banyak pasar tradisional yang mengalami penurunan pendapatan sekitar 70-90% dalam kondisi normal dan ada juga yang tidak beroperasi lagi. situs judi slot online gratis

Orang biasanya lebih suka berdagang di pasar kecil yang dekat dengan rumah mereka atau berdagang secara online.

Oleh karena itu, memperluas pangsa pasar pedagang tradisional memerlukan proses penerapan dan penggunaan teknologi digital.

Salah satu contohnya adalah Pasar Cihapit di Jawa Barat yang bekerjasama dengan platform digital Tokopedia melalui Pasar Online Cihapit.

Banyak produk yang saat ini dijual oleh pedagang di Pasar Chihapit mulai membanjiri pesanan dari luar Bandung.

Dewi tidak menyangka dealer Pasar Online Cihapit bisa menjangkau pasar yang begitu luas.

Menurut Dewi, ini merupakan potensi pasar yang sangat besar yang bisa ditingkatkan.

Dewey mengatakan perdagangan produk dapat dilakukan secara layak dan efisien.

Penjualan pedagang di pasar online Chihafit rata-rata 20%.

Head of Public Policy and Local Government Relations Tokopedia Emmryzan mengatakan, marketplace online Cihapit akan mulai bergabung dengan Tokopedia pada Mei 2021.

Emmeryzan menjelaskan, “Pasar online Cihapit merupakan salah satu pasar tradisional yang telah disesuaikan dengan ragam produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bandung di masa pandemi Covid-19.”

Emmeryzan mengatakan pesanan dari pedagang Pasar Cihapit meningkat sejak bergabung dengan Pasar Online Cihapit.

Emirizan mengatakan bisa meningkat hingga 4,5 kali lipat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Chandrika Chika Diperiksa, Perannya Dalam Insiden Pengeroyokan Bakal Diusut
Next post Ketemu Di Pasar Malam, 2 Gadis ABG Dirudapaksa 2 Pemuda, Lalu Dijual Ke Pria Hidung Belang