Fakta-fakta Pria Di Jateng Tipu Calon Istri: Kabur Sebelum Akad Nikah, Korban Rugi Rp 461 Juta

Seorang pria asal Semarang, Jawa Tengah, harus menghadapi polisi setelah menipu calon istrinya dengan uang ratusan juta rupiah.

Para pelaku juga melarikan diri sebelum mendaftarkan pernikahan mereka.

Padahal, undangan sudah dibagikan dan tinggal menunggu hari H saja.

Pelaku dalam kasus ini bernama Mulyani Sanjoyo alias KDA (43), dan korban TH (34) warga Kota Magelang. situs judi gratis saldo

Berikut informasi lengkap terkait isu tersebut, dirangkum pada Jumat (4 Agustus 2022):

awal kasus

Kejadian bermula pada Juni 2018 lalu saat pelaku dan korban saling mengenal melalui aplikasi Tinder.

Usai bertukar nomor Whatsapp, saling mengobrol menambah intensitas komunikasi.

Jadi kami memutuskan untuk bertemu di sebuah hotel di Semarang.

Pelaku kemudian menembak korban untuk membuat korban mau menjadi pacarnya.

Setelah berpacaran selama sebulan, pelaku memberi tahu korban bahwa dia tidak bisa makan dan selalu meminta debt collector membayarnya kembali.

Selain itu, pelaku mengadukan kepada korban bahwa ibu pelaku sedang sakit dan tidak dapat berobat, serta mengadukan tidak adanya biaya untuk operasi ibu tersebut.

Pelaku meminta uang kepada korban untuk dikembalikan nanti saat pelaku bekerja.

Korban kemudian berulang kali mengembalikan uang yang diminta pelaku.

rencana pernikahan

Kapolres Magerland AKP Yolanda Evalin Kota Sipayang mengatakan, pelaku membawa korban ke hubungan yang lebih serius pada 2019.

Pelaku datang ke rumah korban untuk menemui orang tuanya, terutama ibu korban.

Meminta izin untuk mengalihkan hubungan antara pelaku dan korban ke tingkat yang serius atau perkawinan.

“Orang tua korban juga setuju dengan niat pelaku,” kata Yolanda.

Kemudian, sebulan setelah kecelakaan, pelaku memberi tahu korban bahwa ia memiliki BMW E 36 1995 yang rusak.

Pelaku kemudian meminjam uang dari korban untuk memperbaiki dan membeli suku cadang mobil BMW.

Yolanda berkata, “Di sini dia meminjamkan uang kembali kepada korban untuk memperbaiki mobil penyerang.

Dan beberapa bulan kemudian, korban meminta si penyerang berjanji untuk menikahi korban, yang kemudian ditanggapinya setelah menyelesaikan BMW.

Beberapa bulan kemudian, pelaku dan korban membahas kriteria pernikahan dan menyepakati hari pernikahan pada 7 Maret 2020.

Pelaku kemudian meminta korban untuk mempersiapkan pernikahan, termasuk membuat souvenir dan undangan pernikahan.

Namun, pada akhirnya, pelaku kabur sebelum akad nikah.

“Pernikahan tidak terjadi dan pelaku meninggalkan korban,” kata Yolanda.

Mengetahui dirinya ditipu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Magellan Kota.

pelaku ditangkap

Usai mengusut isi laporan tersebut, polisi mengamankan tersangka di rumahnya pada Rabu, 23 Maret 2022 sekitar pukul 02.00 WIB.

KDA kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditangkap.

Sejumlah barang bukti yang diperoleh polisi antara lain puluhan rekening koran korban, undangan dan suvenir pernikahan, serta sepeda motor.

Yolanda mengatakan, korban menderita kerugian ratusan juta rupiah akibat perbuatan tersangka.

“Korban mengalami kerugian sekitar Rp 462 juta,” katanya.

Tersangka melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan menurut Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Bagian dari artikel ini diatur untuk hari pernikahan. Pria Semarang itu sudah pergi, dan kini nasibnya telah tiba.

(/Nanda Sajita Jinting) (/Ica Fitriana)

Lebih banyak berita tentang penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Setelah Marshel Dan Dicky, Polisi Buru Orang Yang Terlibat Beli Konten Porno Dea Onlyfans
Next post Soroti Pajak Aset Kripto, Analis: Apakah Kelak Pungutan Pajak Kripto Bisa Berjalan Transparan?