Ini Ragam Profesi Di Bidang IT Tanpa Perlu Penguasaan Skill Coding

Siaran Pers, Korol Arifen

Jakarta – Seiring pertumbuhan perusahaan rintisan yang semakin meningkat, peluang kerja di sektor teknologi informasi (TI) juga semakin banyak. Pekerjaan di dunia IT saat ini sangat populer dan memiliki banyak peminat dan salah satunya mungkin tertarik dengan bidang ini.

Saat ini, siapa pun bisa mendapatkan pekerjaan di industri TI tanpa keterampilan pemrograman. situs judi deposit pulsa

Rektor BSI University, Dr. Air Mokh Wahyudi mengatakan, bekerja di bidang IT saat ini banyak diminati dan tentunya tidak lepas dari gaji yang mereka terima. Selain itu, dengan kemajuan teknologi, banyak perusahaan yang mencari karyawan yang pandai pemrograman (alias coding). Gaji yang ditawarkan cukup tinggi, dan masih sangat jarang, terutama bagi orang yang menguasai bidang IT.

Berikut ringkasan karier TI yang tidak memerlukan keterampilan pengkodean.

1. Manajer Produk

Posisi Manajer Produk sangat cocok untuk siapa saja yang tertarik dengan pekerjaan pertama di dunia TI tanpa keterampilan pengkodean. Manajer produk tidak perlu memahami pengkodean untuk melakukan pekerjaan mereka. Pasalnya, Anda bertanggung jawab untuk membuat produk sesuai dengan keinginan pengguna.

Forbes menjelaskan bahwa manajer produk bertugas mengawasi seluruh proses pengembangan produk yang dibuat oleh perusahaan. Posisi Manajer Produk berada di antara TI, desain, dan pengalaman pengguna. Jadi, Anda hanya membutuhkan pengetahuan dasar dari ketiga hal tersebut.

Keterampilan yang paling penting dari seorang manajer produk adalah komunikasi, pemikiran analitis, pemikiran strategis, dan negosiasi.

2. Analis bisnis

Karier sebagai analis bisnis juga sedang dibahas. Pastinya kalian juga tidak asing dengan profesi yang satu ini kan? Analis bisnis juga memasukkan pekerjaan di dunia TI yang dapat Anda coba tanpa keterampilan coding.

Orang dengan pekerjaan ini harus dapat melakukan analisis bisnis sebelum meluncurkan produk baru untuk melihat seberapa besar dampaknya terhadap perusahaan.

3. Desainer UI/UX

Bekerja sebagai desainer UI/UX profesional tentunya memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah perusahaan IT. Meskipun keduanya memiliki tanggung jawab sebagai seorang desainer, tanggung jawab seorang desainer UI dan seorang desainer UX sama sekali berbeda.

Perancang antarmuka pengguna bertanggung jawab untuk membuat tampilan situs web atau aplikasi menarik dan lebih menarik karena nilai estetika yang tinggi. Di sisi lain, seorang desainer UX harus dapat membuat situs web atau menampilkan aplikasi yang mudah digunakan untuk klien.

Oleh karena itu, fokus utama kami adalah memastikan bahwa pengguna kami memiliki pengalaman terbaik saat menggunakan produk kami.

4. Pakar SEO

Saat ini, semua perusahaan, terutama yang bergerak di bidang teknologi, sangat bergantung pada Internet untuk pemasaran. Alasan diperlukannya peran seorang ahli optimasi mesin pencari (SEO) di sini adalah karena tugas mengoptimalkan konten situs web Anda agar muncul di halaman pertama mesin pencari Google.

Seperti yang dijelaskan oleh pakar SEO Skillcrush, Anda harus selalu mengawasi perubahan dalam algoritme Google atau mesin telusur lainnya. Hal ini untuk memastikan bahwa situs Anda mendapatkan lalu lintas tinggi dan peringkat yang baik di mesin pencari.

5. Penulis Teknis

Pekerjaan berikutnya di industri TI yang tidak memerlukan keterampilan pengkodean adalah penulis teknis. Pekerjaan ini berbeda dengan pekerjaan menulis lainnya. Alasannya, penulis teknis harus bisa mengubah teks berteknologi tinggi menjadi teks yang mudah dipahami pengguna.

Biasanya, penulis teknis menulis tentang manual pengguna produk, petunjuk penggunaan, atau pertanyaan yang sering diajukan (FAQ). Seorang penulis teknis tidak hanya harus memiliki keterampilan menulis yang baik, tetapi juga memiliki arahan yang terperinci untuk berpikir kritis.

Jika Anda suka menulis dan dapat memahami konten teknis, Anda dapat menulis dalam bahasa yang mudah dipahami dan Anda dapat menjelajahi karir ini.

6. Desain Grafis

Pekerjaan saya selanjutnya tanpa coding adalah menjadi desainer grafis. Hampir setiap latar belakang bisnis membutuhkan pekerjaan ini. Model kerja konveksi, memasak, percetakan, dll. Hal ini dikarenakan tugas utama seorang desainer grafis adalah membuat sebuah desain atau ilustrasi dari sebuah ide.

Contohnya termasuk desain poster, pengeditan foto, dan pembuatan konten promosi. Tentunya banyak sekali ruang kerja yang bisa ditampung oleh para desainer grafis, mereka membutuhkan skill yang mumpuni. Mampu menggunakan tools seperti Photoshop, Coreldraw, Canva, dll.

Gaji untuk desainer grafis sangat bervariasi, terutama di Indonesia. Untuk desainer grafis profesional, kisaran rata-rata antara 3 juta hingga 8 juta. Tapi nyatanya ada desain grafis yang mendapat uang dari 2M (Thanksgiving).

7. Jaminan Kualitas

Pekerjaan Anda selanjutnya tanpa coding adalah menjadi karyawan quality assurance (QA). Pekerjaan ini relatif baru di Indonesia. Tugas utama penjaminan kualitas adalah memastikan bahwa sistem yang dibuat oleh programmer bekerja sesuai dengan desain dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Jadi jangan hanya mengedit dan berkomentar.

Cara pengoperasiannya mungkin tampak sederhana, tetapi jaminan kualitas membutuhkan ketelitian dan pandangan ke depan untuk melakukan pekerjaan itu. Ini karena produk atau aplikasi yang dirilis bertanggung jawab atas jaminan kualitas jika masalah muncul di kemudian hari ketika produk berada di tangan pengguna.

8. Pemasaran Digital

Pekerjaan lain tanpa coding disebut juga digital marketing atau digital marketer. Pemasaran digital sebenarnya sangat luas.

Pemasaran digital memiliki beberapa departemen seperti pemasaran afiliasi, pemasaran konten, pemasaran media sosial, dan optimisasi mesin pencari (SEO). Dari semua departemen ini, bagian pemasaran digital terutama bertanggung jawab untuk mempromosikan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sebelumnya sudah ada review lowongan kerja tanpa coding yang bisa jadi pilihan bagi orang yang tidak suka coding tapi ingin terus bekerja di bidang IT.

Moch Wahyudi mengatakan, saat ini universitasnya menjalankan Sekolah Tinggi Teknik dan Informatika yang menawarkan banyak bidang yang relevan dengan dunia teknologi informasi.

Menurutnya, beberapa jurusan tersebut bisa menjadi rekomendasi bagi mereka yang berkecimpung di bidang IT. Pertama, jurusan rekayasa perangkat lunak (S1), jurusan teknik komputer (S1), jurusan teknologi informasi (S1), jurusan sistem informasi (S1).

Ia kemudian mengambil jurusan Teknik Industri (S1), Sistem Informasi Akuntansi (D3), Sistem Informasi (D3 & S2), dan Teknologi Komputer (S1).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post 1.686 Perusahaan Yang Dilaporkan Karyawannya Terkait Pembayaran THR Sedang Diproses Kemnaker
Next post Hari Ini Ayu Thalia Jalani Sidang Terkait Kasusnya Dengan Putra Ahok, Nicholas Sean