Kakek Di Muba Lecehkan Balita Anak Tetangga, Ibu Curiga Ada Bercak Merah Di Celana Korban

Kasus pencabulan anak terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan.

Pelakunya adalah kakeknya, Agosnady yang berusia 60 tahun.

Sebut saja dia Mawar (5) sedangkan korbannya adalah seorang gadis muda. hbo situs judi slot

Pelaku merupakan tetangga korban yang berdomisili di Kecamatan Payung Linseer Kabupaten Moba.

Perbuatan cabul itu tertangkap saat korban sedang bermain di rumah tersangka pukul 12.00 pada Jumat (29 April 2022) pukul WIB sambil buang air kecil bersama ibunya.

Saat itu, ibu korban curiga saat melihat noda darah di celana dalam putrinya.

Saat ditanya kenapa ada darah di celananya, korban menangis, mengaku tidak tahu.

Mengetahui apa yang menimpa putrinya, ibu korban mengadu kepada adiknya S.

“Kami langsung bertanya kepada anak itu. Dari mana dia berasal dan siapa yang dia temui?

Kemudian (korban) mengaku berasal dari asrama (tersangka) dan bersama kakeknya (nama tersangka).

SS dan ibu korban membujuk korban untuk menceritakan apa yang terjadi.

Korban dengan lugu mengakui bahwa tersangka menyentuh alat kelaminnya, membawanya ke kamarnya, dan kemudian melepas pakaiannya.

Keponakan saya mengatakan penisnya disuntik dengan tangan oleh tersangka.

Tersangka membujuknya untuk menyerahkan 2000 rupee kepada korban.

Tanpa penundaan, korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa.

Sementara itu, tidak ada dokter di rumah sakit yang bisa melakukan otopsi.

“Kami telah mengajukan pengaduan ke Polres Bayoung Linesir.

Polisi memerintahkan korban untuk dibawa ke kantor polisi dan langsung diinterogasi oleh polisi wanita tersebut.

Penyelidikan polisi terhadapnya mengungkapkan bahwa alat kelamin korban robek.

Akhirnya, polisi meminta bukti tambahan berupa otopsi.

Namun karena saat itu belum ada dokter otopsi di RS Bayung Rensir, polisi menyarankan agar kami ke Secayu.

Malam itu, korban dan ayahnya pergi ke RS Secayo untuk diautopsi.

Saya pergi ke Sekayu setelah dibuka setelah matahari terbenam dan saya tidak pergi.

Sekitar pukul 23.00 WIB mereka tiba dan kedua dokter otopsi langsung ditangani.”

Kemudian Polres menyerahkan LP yang diteruskan ke Polsek Bayung Lencir.

Namun karena saat itu hari libur Idul Fitri, polisi menyarankan untuk menunggu proses pasca Lebaran dilanjutkan.

Sementara itu, Direktur Kantor Wilayah PPA Moba Dewey mengatakan, pihaknya membantu para korban dan keluarganya.

DPA juga berangkat bersama polisi MOBA dengan mobil polisi untuk menangkap pelaku dan mengantarnya ke rumah korban.

Anak-anak predator tidak akan dibebaskan, dan mereka akan dihukum dengan benar karena menghancurkan anak-anak dari generasi emas berikutnya.

Oleh karena itu, kami akan terus mengejar kasus ini.”

Sementara itu, IPTU Devi Apriyanto SH, Kapolri Fayong Linseo, membenarkan melalui WhatsApp dan tidak menanggapi penangkapan tersangka.

Namun, dari video berdurasi 35 detik yang beredar, pihak Kepolisian Bayoung Liner menangkap tersangka di rumahnya pada Rabu sore, 5 Oktober 2022.

Artikel ini dimuat di Sripoku.com dengan judul Kakek Predator di Muba Rudapaksa Bocah 5 tahun, korban Rp 2.000.

(Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni)

Lebih banyak berita tentang pelecehan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Presiden Polandia Dan Slovakia Bujuk Uni Eropa Berikan Status Kandidat Ukraina
Next post Penjelasan Dokter Kenapa Anak Lebih Berisiko Alami Hepatitis Akut, Berikut Dugaan Penyebabnya