Kebutuhan Lift Dan Eskalator Meningkat, MJEE Tingkatkan TKDN Hingga 41 Persen

Jakarta – PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) berhasil meningkatkan level TKDN (Local Component Level) untuk 4 jenis produk elevator Mitsubishi dari 31% menjadi 41% dengan sertifikasi Kementerian Perindustrian.

Sebagai satu-satunya merek elevator internasional dengan pabrik di Indonesia, kami bangga dengan pencapaian ini. Di pasar domestik, produk MJEE menguasai pangsa pasar sebesar 18-20% dari potensi pasar.

Untuk meningkatkan TKDN, jelasnya, MJEE mengikutsertakan pemasok lokal produk besi stabil, terutama untuk bisnis baja, aluminium dan pembotolan, serta pembuangan limbah dan skrap.

Melibatkan UMKM dalam tugas ini tidak mudah, karena dalam banyak kasus komponen elevator harus mengacu pada standar Mitsubishi Electric dan internasional.

Empat jenis lift yang berhasil menaikkan TKDN antara lain lift dengan dan tanpa kompartemen mesin, mulai dari lift kecil dengan kapasitas 630 kg hingga 1600 kg.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kapasitas Industri dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. diubah.

Peraturan ini mensyaratkan bahwa semua pembelian barang dan jasa pemerintah dengan menggunakan dana APBN/APBD harus mengutamakan pembelian produk dalam negeri, terutama yang memiliki total nilai TKDN dan BMP minimal 40%.

MJEE berharap bisa kembali menggenjot bisnisnya tahun ini, salah satunya proyek pemerintah di Ibu Kota (IKN).

”Sebenarnya, kami sangat menantikan kesempatan ini. Begitu ada kesempatan, kami pasti akan berpartisipasi. Padahal, prospeknya sangat menarik,” kata Satria.

Saat ini, produk MJEE banyak digunakan oleh banyak pengembang swasta perusahaan domestik dan asing di berbagai jenis real estate seperti perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat tinggal.

Satrya juga mengungkapkan bahwa MJEE merupakan satu-satunya produsen elevator dengan pabrik lokal di Karawang. Karena itu, pihaknya berani menjamin kehandalan kualitas produk dan layanan MJEE.

ruang pamer terbuka

Sementara itu, MJEE resmi membuka kantor pemasaran dan showroom di Jakarta untuk memperluas basis pasarnya. Pembukaan showroom ini menandai era baru dimana MJEE telah berkiprah di Indonesia selama beberapa dekade.

Berkonsep modern dan dinamis, showroom dan kantor pemasaran tercanggih yang berlokasi di kawasan perkantoran Rasuna Saeed, Jakarta Selatan.

Di lantai 11 Menara Trinity, berbagai contoh produk MJEE dengan fasilitas pusat pelatihan dan kafetaria dipajang. situs judi minimal deposit 5000

Saat ini MJEE memiliki 10 kantor perwakilan di berbagai daerah seperti Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Palembang, Samarinda, Medan, Batam, Pekanbaru dan yang terbaru Makassar.

Tahun ini, MJEE mematok target produksi 400 elevator, meningkat dari tahun 2021 yang mencapai 300. Produksi terendah terjadi pada awal pandemi 2020, yakni hanya sekitar 200 unit. Produksi MJEE sebelumnya sudah mencapai 700 buah.

Meski kondisi ekonomi relatif membaik, Satria mengaku belum mematok target penjualan yang tinggi.

Selain memasok ke pasar domestik, produk MJEE juga diekspor ke negara-negara ASEAN dan negara-negara Timur Tengah seperti Singapura, Malaysia, UEA, dan Arab Saudi.

Di pasar domestik, produk MJEE memiliki pangsa pasar 18-20% dari potensi pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Prediksi Line-up AC Milan Vs Bologna Liga Italia, Kjaer Absen & Kessie Diragukan, Pioli Raup 3 Poin?
Next post Negosiator Rusia: Perjanjian Dengan Ukraina Belum Siap Dibahas Di Tingkat Tertinggi