Kemenhub Bolehkan Maskapai Terapkan Fuel Surcharge, Ini Tanggapan Citilink

Siaran pers, Hari Dharmawan

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru-baru ini mengumumkan kebijakan yang memungkinkan maskapai penerbangan mengenakan biaya tambahan atau fuel surcharge. hack situs judi slot online

Kebijakan ini diambil karena mahalnya harga bahan bakar jet, yakni Avtur. Kebijakan biaya tambahan ini berlaku mulai 18 April 2022.

Menanggapi hal tersebut, Citilink menyatakan sangat mendukung kebijakan terbaru Departemen Perhubungan tentang fuel surcharges.

Kebijakan fuel surcharge ini sudah membantu maskapai beroperasi, kata Diah Suryani, wakil presiden Citilink.

Zia mengatakan Jumat (22 April 2022) “Harga bahan bakar avtur sendiri saat ini sangat tinggi dan kami masih menghitung harga tiketnya.

Ia juga menjelaskan, fuel surcharge diperbolehkan, namun Citilink akan mengevaluasi berapa harganya berdasarkan permintaan saat ini.

“Kenaikan ini akan kami evaluasi secara berkala agar tidak melanggar ketentuan tarif maksimum dan minimum,” kata Zia.

Sebagai acuan, regulasi fuel surcharge sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Perhubungan No. 2022 tentang surcharge atau tarif fuel surcharge untuk angkutan udara niaga reguler domestik kelas ekonomi. Ditulis dalam 68.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan ketentuan untuk mengubah biaya tambahan tiket akan berlaku mulai 18 April 2022.

Adita juga menjelaskan, kenaikan harga maskapai global berdampak besar pada biaya operasional penerbangan.

Pemerintah kemudian mengizinkan penambahan biaya tiket pesawat jika kenaikan tersebut berdampak pada biaya operasional hingga 10%.

Namun, Adita mengatakan putusan itu tidak mengikat dan berarti maskapai dapat memilih apakah akan membebankan biaya tambahan kepada penumpang atau tidak.

“Kemudian, tergantung pada layanan yang diberikan maskapai untuk biaya tambahan tiket pesawat untuk jet, hingga 10% dari tarif batas atas dapat diterapkan,” kata seorang pejabat Adita.

Sedangkan untuk pesawat jenis propeller, tarif batas atas bisa diterapkan hingga 20% tergantung paket layanan masing-masing maskapai.

Ketentuan ini dievaluasi setiap tiga bulan atau ketika ada perubahan signifikan dalam biaya pengoperasian penerbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Manajemen Risiko Sangat Penting, Ini 5 Tips Mudah Menerapkannya Saat Trading
Next post Rusia Klaim Kemenangan, AS Beri Bantuan Tambahan Untuk Ukraina