Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid Bersama Kominfo Resmikan Kick Off Pelaksanaan ASO Di Sumatera Utara

Republik Demokratik Rakyat Korea dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya mewujudkan digitalisasi kualitas penyiaran nasional melalui Analog Switching System (ASO).

Program ASO yang diusung pemerintah tidak hanya menjadi tuntutan pembangunan global, tetapi juga diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. situs judi slot online fafafa

Mutia Hafeez, Ketua Komite I Republik Demokratik Kongo, mengatakan hal itu dalam pidatonya pada acara peresmian implementasi saklar analog tahap pertama yang diadakan di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 (waktu setempat). April 2022). Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Osman Kansong, Spesialis SDM Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dan Spesialis SDM Gubernur Provinsi Sumut, Agus Tripriyono. Gubernur Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Mutia Hafeez mengatakan bahwa era digital telah membawa banyak perubahan dan melahirkan banyak masalah yang hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi dan bukan kompetisi.

Mitya Hafeez dalam keterangan tertulisnya mengatakan, “Inilah mengapa acara hari ini membawa keseriusan kita ke level berikutnya karena Komite I DPR RI dan Departemen Komunikasi dan Informatika bersama-sama memproduksi program radio berkualitas tinggi melalui sistem Analog Switch Off.” dikatakan. .

Politisi Golkar itu mengatakan digitalisasi siaran bukanlah perkara sederhana dan membutuhkan sinergi, koordinasi, dan kerja sama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Miutia Hafeez optimis peralihan dari TV analog terestrial ke digital akan menciptakan lapangan kerja besar di sektor penyiaran. Mengingat kebijakan tersebut berpotensi untuk lebih mengembangkan industri penyiaran dalam negeri.

Mitya Hafeez mengatakan kehadiran ASO akan mendorong keragaman konten di industri siaran lokal di masa depan.

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal IKP Kominfo Osman Kansung mengatakan melalui ASO akan ada efisiensi spektrum atau dividen digital 112 MHz yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas internet dan layanan 5G, peringatan dini bencana, ekonomi digital, pendidikan dan kesehatan. .

Keuntungan lainnya adalah kualitas siaran TV lebih stabil dan tahan interferensi, sehingga gambar lebih jernih dan suara lebih jernih, sehingga kualitas siaran tersebar, dan saluran dan program baru memiliki peluang untuk muncul, menghasilkan jumlah pemirsa yang lebih tinggi. ” . . Ini dapat mendiversifikasi dan menciptakan 232.000 pekerjaan baru.

Menurut Osman Kansung, pelaksanaan ASO dibagi menjadi tiga fase. Fase 1 adalah 30 April 2022, Fase 2 adalah 25 Agustus 2022, Fase 3 adalah 2 November 2022. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Yamaha Resmi Kenalkan Skuter Listrik E01 Di Indonesia Setelah Tampil Perdana Di IIMS
Next post Kementerian Agama Minta Polisi Usut Dugaan Aplikasi Azan Curi Data Pengguna, Ini Daftarnya