Komisi II DPR Cecar Soal Deklarasi Apdesi Dukung Jokowi 3 Periode, Begini Jawaban Mensesneg

JAKARTA – Komite II DPR RI mempertanyakan isu dukungan Jokowi untuk periode ketiga dalam ABDISI (Majelis Umum Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) baru-baru ini.

Hal itu terjadi saat Komisi II Republik Demokratik Kongo menggelar audiensi dengan Menteri Luar Negeri Pratikno, Menteri Dalam Negeri Pramono Anung (Ciscap), Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Pertama, Fraksi PDIP Ihsan Yunus, anggota Komisi II DPR, mengajukan pertanyaan. situs judi 24 jam

Ia mempertanyakan peran Sekretariat Negara hingga deklarasi dukungan tambahan masa jabatan Apdesi sebagai presiden dikeluarkan.

“Menteri Negara itu urusannya menyatakan dukungan untuk masa jabatan ketiga dalam rapat pemerintahan desa, jadi harus diminta. Hal ini karena salah satu fungsi BIN adalah memberikan dukungan teknis administrasi dan analisis di tingkat provinsi. kantor pemerintah. Hubungan dengan DPR Jakarta Senin (2022) 4 April), hubungan Anda dengan pemerintah daerah, yang berarti Anda ada di sana.”

“Apakah masalah ini pernah dibahas sebelumnya? Bagaimana Anda melihat masalah ini? Jika demikian, apakah institusi lokal dapat muncul untuk menerapkan kebijakan pragmatis yang menunjukkan kepada kita semua?”

Pertanyaan yang sama kemudian diajukan oleh Mardani Ali Sera, anggota komite kedua Republik Demokratik Kongo, Fraksi PKS.

Mardani juga mempertanyakan apakah anggaran negara digunakan untuk mendukung deklarasi periode ketiga Jokowi.

“Pertanyaan yang saya ajukan kepada tiga ajudan presiden adalah saya tidak ingin mereka menghabiskan anggarannya untuk kegiatan yang berkaitan dengan tema periode ketiga atau untuk menunda (pemilu),” kata Mardani. .

Menjawab pertanyaan anggota panitia, Pratikno mengaku mendampingi kepala negara di parlemen Apdesi.

Namun, dia membantah Jokowi dan para ajudannya meninggalkan rapat umum bersamaan dengan pengumuman.

“Pertanyaan tentang Abdesi, saya kebetulan menghadiri acara dengan presiden. Jadi, presiden menerima undangan ke desa sebagai ucapan terima kasih. Presiden ada di sana dan Anda harus memastikan tidak ada orang di sana ketika presiden ada di dalam ruangan. Apa saja bisa kami hadirkan,” kata Pratikno.

Jadi kalaupun ada pemberitahuan, kami tidak mengetahuinya, dan pemberitahuan yang kami lihat di media baru keluar setelah kami pergi, katanya.

Kemudian Pramono Anung pun menjawab pertanyaan dukungan Apdesi.

Ia menegaskan anggaran Badan Intelijen Negara, Sekkab dan KSP tidak digunakan untuk acara ini.

“Pertama-tama, tidak ada anggaran untuk Sekretariat Negara, Sekretariat atau Partai Komunis Jerman dalam hal ini,” kata Pramono, “dan ini adalah alasan yang jelas.”

Pramono juga menekankan komitmen konstitusional Jokowi terhadap justifikasi perpanjangan jabatan presiden.

Namun sejauh ini masih ada pihak-pihak yang mencoba mendorong isu perpanjangan masa jabatan presiden.

“Saya tahu bahwa mengubah atau mengamandemen Konstitusi bukanlah tugas yang mudah, dan Kotak Pandora akan terbuka di mana-mana,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Tomiyasu Kembali, Arteta Berseri, Langkah Arsenal Finish Di 4 Besar Liga Inggris Terhulur Lurus
Next post Dalang Di Taiwan Manfaatkan NFT Untuk Promosikan Seni Tradisional