KPK Ungkap Perkembangan Terkini Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis tren terbaru penyidikan dugaan korupsi di Jakarta E-Prix atau Formula E.

Juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan bahwa penyelidikan tetap berjalan, meski akan memakan waktu lama.

“Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan KPK.”

“Butuh waktu untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Ali, Kamis (12/5/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Ali menekankan bahwa penyelidikan atas tuduhan korupsi Formula E bukanlah perintah. situs judi aman dan terpercaya

Dia menegaskan KPK beroperasi sesuai mekanisme hukum yang berlaku terkait dugaan korupsi di Formula E.

“Tentu KPK beroperasi tanpa tekanan dari siapapun.”

“Anda tidak dapat mempercepat atau memperlambat.”

“Tapi kita harus memastikan semuanya berjalan sesuai mekanisme hukum,'” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden KPK Alexander Maruata mengatakan penyelidikan terhadap Formula E masih berlangsung.

Ia mengatakan, salah satu hal yang dipelajari adalah membandingkan implementasi Formula E di berbagai negara.

Alex juga mengatakan KPK sedang mencari informasi dari pihak yang menerima kiriman uang dari Pemprov DKI Jakarta.

“Apakah ada biaya kontrak, dll?”

“Kami juga sedang mencari informasi dari pihak-pihak yang telah menerima transfer dana dari Pemprov DKI,” kata Alex, Selasa (26/4/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Selain hal di atas, KPK juga akan meminta keterangan dari pihak penyelenggara, PT Jakarta Repertendo.

“Tentu nanti akan kami telusuri lagi, termasuk informasi dari Jakpro selaku tuan rumah,” tambah Alex.

Alex mengatakan juga akan menyelidiki dugaan mekanisme yang digunakan KPK untuk membiayai acara balap mobil listrik.

Alex mengatakan salah satunya terkait dengan peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyebutkan anggaran APBD tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang bertujuan bisnis.

Alex juga mengatakan tim peneliti akan mendalami implementasi Formula E selama tiga tahun, 2022-2024.

Bahkan, pada 2023, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan akan mengakhiri masa jabatannya.

“Karena uangnya dari kas daerah, bukan Jackpro. Ini masih kami dalami dalam penyelidikan kami, jadi masih banyak informasi yang perlu digali lebih lanjut dari segi mekanisme pembayaran dan pelaksanaannya. Formula E,” jelasnya. . (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Said Iqbal: Pimpinan Buruh Dunia Akan Pidato Pada Peringatan May Day 14 Mei Di GBK
Next post Wabah PMK Serang Hewan Ternak, Penjualan Daging Sapi Di Pasar Kebayoran Lama Tetap Normal