Kunjungi Kota Sejong Korsel, Bamsoet Tegaskan Pemindahan Ibu Kota Negara Butuh Komitmen Bersama

Sosayo Bambang, Presiden MPR RI yang juga mengepalai Jaringan Indonesia Korea (IKN), mengatakan Korea Selatan memiliki sejarah panjang memindahkan ibukota administrasi dari Seoul ke Sejong.

Ide awal untuk membangun dan memindahkan ibu kota dari Seoul ke Sejong digagas oleh calon presiden Roh Moo-hyun pada tahun 2002, di tengah pemilihan presiden ke-16. aplikasi situs judi slot online terpercaya 2020

Selain perluasan persebaran pembangunan di Korea Selatan dan penurunan kepadatan penduduk, Seoul berisiko diserang karena terlalu dekat dengan Korea Utara, yaitu sekitar 40 km dari perbatasan.

Ketika dia terpilih untuk memimpin Korea Selatan, Presiden Roh Moo-hyun menanggapi gagasannya dengan serius.

Muk Park menyambut dua anggota Majelis Nasional Republik Korea termasuk Hong Seong-guk dan Kang, serta kepala Badan Pembangunan Administrasi dan Perkotaan (direktur)/Badan Pengembangan Perkotaan Sejong. Junhyung.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komite III Hukum, Hak Asasi Manusia dan Keamanan DPR RI tidak hanya menghadapi penolakan Presiden Roh untuk memindahkan ibu kota, tetapi prefektur ini juga menghadapi beberapa masalah politik di dalam negeri.

Ia jatuh bebas di sebuah lembah pegunungan di belakang rumahnya di Desa Bunghama dan akhirnya meninggal pada usia 62 tahun. Menurut pengacara Presiden Roh, Presiden Roh menulis surat yang menyatakan bahwa hidupnya ‘sulit’ dan meminta maaf karena ‘menyakiti begitu banyak orang’.

Namun, ide awal pemindahan ibu kota dari Seoul ke Sejong akhirnya menjadi warisan besar bagi Presiden Roh Moo-hyun, karena awalnya mendapat tentangan dari beberapa partai politik. Ini bisa secara resmi dimulai pada tahun 2005 dengan ratifikasi penting dari Perjanjian Khusus. Undang-Undang Pembangunan Perkotaan Administratif,” jelas Bamsuit.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Partai Golkar, Departemen Penegakan Hukum, dan Direktur Badan Keamanan Pertahanan menjelaskan, pada 2005, seiring dengan berlanjutnya pembangunan dan pemindahan ibu kota Sejong, pemerintah Korea membentuk Kantor Administrasi Nasional. Urban Construction Authority (NAACC), sebuah organisasi di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi. Pertahanan, infrastruktur, dan transportasi Korea Selatan bertanggung jawab untuk mengawasi proses konstruksi dan memindahkan departemen dan lembaga pemerintah dari Seoul ke Sejong.

Pada tahun 2007, batu fondasi untuk pembangunan Kota Sejong diletakkan. Pada tahun 2012, Sejong Special Self-Governing City (pemerintah daerah) diluncurkan.

Wakil Presiden Pemuda Pancasila dan Wakil Presiden FKPPI menegaskan bahwa pengalaman Korea merupakan pelajaran besar bagi Indonesia yang saat ini sedang berjuang untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Proses membangun dan memindahkan ibu kota tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Secara khusus, kita perlu berkomitmen dan konsisten bersama, dari satu periode ke periode berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Harga Emas Antam Sabtu, 7 Mei 2022: Masih Stagnan Rp 975.000 Per Gram, Berikut Rincian Harganya
Next post Cari Keadilan, Ni Luh Widiani Pastikan Ajukan Banding Atas Putusan Hakim