Lin Che Wei Tersangka Kasus Migor, Kejagung Diminta Usut Keterlibatan Korporasi Dan Ownernya

Setelah Lin Che Wei atau akrab disapa Weibinanto Halimdjati ditetapkan sebagai tersangka kasus minyak goreng, Kejaksaan Agung diminta melanjutkan penyelidikan menyeluruh hingga ke akar kasus.

Andre Roziad, Komisioner DPR ke-6 Kejagung, mengatakan kita harus berani menggalang partisipasi pelaku usaha dan pemilik usaha.

Apalagi jika terbukti ada hubungan atau peran khusus dalam izin ekspor minyak goreng. situs judi slot online bonus new member 100

Menurut Andrei, kantor hukum publik tidak hanya harus mengidentifikasi individu yang mencurigakan, tetapi juga mengambil tindakan terhadap bisnis dan pemiliknya.

Ini untuk menekan mafia minyak goreng.

Dewan Perwakilan Rakyat, politisi dari partai Grendra, menyatakan akan mendukung penuh tindakan Kejaksaan Agung mengusut masalah izin ekspor minyak.

Pasalnya, masalah ini menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng.

“Ini merugikan negara dan merugikan rakyat.”

“Jika itu adalah produsen minyak nabati terbesar di dunia, tidak bisakah kita menyelesaikannya?”

Andrei berkata, “Saya pikir sudah waktunya untuk membasmi mafia ini.”

Piran Lynchway

Jaksa Saint Burhanuddin mengatakan Lin Zhiwei sebenarnya adalah pesta pribadi.

Ia tidak memiliki kontrak khusus untuk ikut menentukan kebijakan terkait izin ekspor minyak nabati dan CPO.

Namun, Lin Che Wei disebut-sebut terlibat dalam penetapan kebijakan distribusi minyak goreng untuk Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

Burhan El-Din mengatakan dalam sebuah program televisi Rabu (18 Mei 2022) bahwa “Tetapi ia ikut menentukan kebijakan terkait peredaran proses pendistribusian minyak goreng dan pelaksanaannya.”

Dugaan monopoli ekspor utama

Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Pemberantasan Korupsi Indonesia (MAKI) akan mengunjungi Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada Jumat sore, 20 Mei 2022.

Pendekatan MAKI ke KPPU adalah mengungkap dugaan monopoli ekspor minyak goreng dan turunannya.

“Asosiasi Pemberantasan Korupsi Indonesia (MAKI) akan mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada Jumat pukul 14.00 WIB,” kata Koordinator MAKI Boyamin Syman.

Boyamine mengatakan, laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan awalnya pada April 2022.

Seperti diketahui, MAKI melaporkan dugaan monopoli dalam kasus yang jarang terjadi pada 1 April 2022 dan biaya minyak goreng yang tinggi pada awal 2022, kata Boyamine.

Pada kedatangan kali ini, MAKI akan melengkapi data tambahan seperti yang disarankan oleh KPPU.

“Bahan dan data baru akan dijelaskan sebelum dan sesudah rapat besok dengan tim penyidik ​​KPPU atas dugaan monopoli minyak goreng langka dan mahal,” kata Boyamine.

Beberapa artikel diposting di https://national./read/2022/05/18/14023301/kejagung-ditangan-usut-korporasi-dan-pemilik-usaha-terkait-izin-eksport?page=all

(/ Galoh Wedia Wardani/ Rizki Sandy Saputra) (/ Ardito Ramadhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post KPK Panggil Hasanuddin Ibrahim, Tersangka Kasus Korupsi Di Kementan, Bakal Ditahan?
Next post Surat Al-Lahab Ayat 1- 5 Dengan Lafal Latin Dan Terjemahannya