Mengapa Meteor Bisa Jatuh Ke Bumi?

Kita sering mendengar fenomena alam meteor jatuh di bumi.

Namun, meski hal ini jarang terjadi, jika meteorit jatuh di Bumi, akibatnya bisa sangat fatal.

Meteor adalah benda langit yang memiliki daya tarik tersendiri untuk diamati. situs judi sering gacor

definisi meteorit

Sebelum kita dapat memahami apa yang menyebabkan meteorit jatuh di bumi, terlebih dahulu kita perlu memahami pengertian meteorit, meteorit, dan meteorit. Meteorit adalah batu kecil yang bergerak mengelilingi matahari.

Meteorit ini biasanya merupakan sisa-sisa pecahan asteroid, komet, atau planet. Meteorit adalah meteor yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar karena gesekan dengan udara di atmosfer.

Namun, meteorit tidak selalu mencapai permukaan bumi. Pada umumnya meteorit terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.

Namun, ketika meteorit menyentuh permukaan bumi, itu disebut meteorit.

Ini adalah pemahaman ketiga yang akan membantu kita memahami bagaimana meteorit memasuki Bumi.

Mengapa meteorit jatuh ke tanah?

Dari pemahaman saya di atas, kita tahu bahwa meteor bergerak mengelilingi matahari seperti planet.

Meteorit ini tersebar di antara planet-planet dan awan Oort dari tata surya kita ke Sabuk Kuiper.

Ketika orbit bumi bertemu dengan orbit meteor, meteor dapat memasuki atmosfer bumi. Inilah sebabnya mengapa meteor jatuh di Bumi.

Hujan meteor juga bisa turun dalam jumlah banyak dan kita sudah terbiasa. Ini biasanya terjadi ketika orbit Bumi bertemu dengan orbit komet, terutama dalam kasus hujan meteor.

Komet akan meninggalkan sejumlah besar meteor. Situasi ini menyebabkan meteor jatuh.

Seberapa sering meteorit jatuh di Bumi? Sulit untuk menghitung seberapa sering meteorit memasuki atmosfer bumi ketika melaporkan dari luar angkasa.

Jumlahnya terlalu besar untuk lebih tepatnya. Namun, tidak perlu khawatir karena sebagian besar meteorit telah terbakar di atmosfer dan tidak berbahaya bagi manusia.

Juga, sebagian besar meteorit yang mencapai permukaan adalah batuan dengan berat kurang dari 0,5 kg.

Batuan kecil ini jarang menyebabkan cedera atau kerusakan serius.

Namun, karena meteor datang dengan kecepatan lebih dari 322 km/jam, mereka dapat merusak mobil atau rumah yang mereka tabrak.

Bahaya sebenarnya datang dari gelombang kejut. Misalnya, meteorit Chelyabinsk yang memasuki atmosfer Bumi di atas Rusia pada Februari 2013.

Meteorit itu seukuran bangunan enam lantai dan berjarak sekitar 24 km dari tanah.

Ledakan meteor menciptakan gelombang kejut dengan kekuatan bom 500 kiloton. 1.600 orang terluka dalam kecelakaan ini. (Nadia Pradiva)

Artikel ini diterbitkan dengan judul “Mengapa meteor jatuh ke Bumi?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post KKP Perbarui Data Estimasi Potensi Ikan, Totalnya 12,01 Juta Ton Per Tahun
Next post Bersihkan Nama KSP, Moeldoko Minta Ali Ngabalin Lapor Bareskrim