Mudik Lebaran Dengan Kendaraan Pribadi, Pemeriksaan Acak Status Vaksinasi Dibantu TNI Dan Polri

Reporter Ayo Lina

Jakarta – TNI dan Puli akan dikerahkan untuk melakukan random screening kebutuhan perjalanan mudik pada Hari Mudik 2022.

Pengujian ini dilakukan terhadap penumpang semua moda transportasi, khususnya kendaraan pribadi. slot online semua bank

Selain TNI dan POLI, penyidikan juga melibatkan aparat penegak hukum di bidang perhubungan, Satpol PP dan satgas daerah.

“Untuk itu, masyarakat harus jujur ​​dan disiplin dalam bepergian, mematuhi aturan dari penyelenggara angkutan umum dan menunjukkan dokumen perjalanan yang akurat dan resmi kepada publik,” katanya.

petugas. Juru bicara pemerintah Wiku Adisasmito mengatakan dalam keterangan tertulis, Senin (4 April 2022) mengimbau masyarakat yang sedang tidak enak badan untuk benar-benar menahan diri untuk tidak bepergian.

Menteri Perhubungan Ir. Budi Kariya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau arus mudik, terkoordinasi dan simulasi mengedukasi masyarakat tentang imunisasi dan kesehatan yang teratur dan aman, terutama pada saat yang sama, hingga dosis ke-3, kata Budi Kariya Sumadi. protokol. likuiditas.

Dengan regulasi dan fasilitas yang mendukung keselamatan traveler, masyarakat dihimbau untuk mengikuti protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Suporter wajib mudik Idul Fitri 2022.

Gugus Tugas COVID-19 ini diterbitkan dalam Publikasi (SE) No. Terbitan 16 tahun 2022 tentang peraturan perjalanan bagi keluarga di masa pandemi virus corona 2019.

SE Tujuan Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) ini berlaku mulai 2 April 2022.

Letnan Jenderal Suharyanto, Direktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengatakan utusan khusus yang baru, di bawah arahan Presiden Joko Widodo, bisa membolehkan orang yang dibentengi untuk pulang.

Regulasi merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada pihak yang dianggap patuh saat melaksanakan protokol kesehatan.

“Pemerintah berharap dengan program strategis ini, masyarakat dapat berperan lebih besar dalam mencegah penyebaran Covid-19, terutama dalam melaksanakan tradisi Idul Fitri 1443 Hijriah.

Karena kejujuran itu sehat, kami meminta masyarakat untuk dapat menjaga kepercayaan itu melalui kejujuran dan kepatuhan terhadap peraturan yang ada,” kata Suhariyanto.

Itu juga menentukan persyaratan bagi pelancong atau pelancong yang dapat kembali ke rumah tanpa pemeriksaan kondisi. Dengan kata lain, orang yang telah menerima vaksinasi booster tidak dites.

Namun, mereka yang menerima dosis kedua harus melanjutkan pengujian antigen dengan pengambilan sampel pada 1 x 24 jam atau PCR 3 x 24 jam.

Apalagi yang mendapat dosis pertama masih membutuhkan PCR dalam waktu 3 x 24 jam.

Persyaratan ini untuk memastikan bahwa mereka yang kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan telah menerima vaksinasi booster.

Selain itu, penyesuaian dilakukan untuk kondisi medis khusus (morbiditas) dan persyaratan untuk anak-anak.

Untuk penyakit penyerta yang tidak dapat divaksinasi, diperlukan tes PCR 3 x 24 jam dan
surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa vaksin tersebut tidak atau tidak dapat divaksinasi.

Sedangkan anak di bawah usia 6 tahun tidak dites, tetapi harus didampingi oleh pendamping perjalanan yang memenuhi persyaratan untuk tes dan vaksinasi.

Untuk anak usia 6-17 tahun, ikuti aturan umum vaksinasi dan tes PPDN.

Booster sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum pulang.

Ahli imunologi setuju bahwa vaksin yang membangun kekebalan membutuhkan waktu.

Proses ini memakan waktu 1-2 minggu setelah penyuntikan.

Pada prinsipnya, kemampuan tubuh manusia untuk merespon patologi berbeda dalam pembentukan kekebalan.

Lamanya waktu dalam pembentukan antibodi dapat dipengaruhi oleh usia dan kondisi komorbiditas, yang juga diperhitungkan oleh pemerintah saat memprioritaskan penerima.

Mengetahui hal ini harus mendorong masyarakat untuk memenuhi dosis penuh dan tambahan vaksin.
Bersiaplah untuk beraktivitas dengan lebih sehat dan optimal.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, “Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat umum dan booster segera disuntik,” dan “terutama setidaknya dua minggu sebelum pulang untuk kegiatan sosial skala besar.” Dikutip dari Wiku Adisamito, Senin (4 April 2022).

Survei Departemen Perhubungan memperkirakan 79 juta orang akan mudik lebaran.

Seperti yang dijelaskan Wiku, “untuk koordinasi kebijakan, ini diterapkan dalam hal persyaratan dokumen perjalanan berdasarkan catatan imunisasi, usia dan status kesehatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Kejar Produksi Migas, Pertamina Hulu Energi Siap Bor 29 Sumur Eksplorasi
Next post Pandemi Covid-19, Asri Welas Pilih Kurangi Jadwal Syuting, Ungkap Alasan Karena Anak