OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Makin Membaik Dari Pasar Modal Sampai Perbankan

Otoritas Keuangan Jakarta (OJK) mengatakan indikator ekonomi daerah terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan karena jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 dan vaksinasi menurun serta berlanjutnya candaan jelang Idul Fitri.

Hal ini dibuktikan dengan kinerja beberapa sektor keuangan seperti pasar modal, pasar saham, perbankan dan sektor asuransi.

Indeks pasar saham tetap kuat hingga 22 April 2022, karena IHSG naik 2,2% sejak awal April dan kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa di 7276,19 pada 21 April. situs judi slot online deposit via pulsa 10 ribu xl

Deputi Direktur Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan dalam siaran pers, Kamis (28/4/2022).

Sementara itu, di pasar modal negara (SBN), nonresiden outflow sebesar Rp 5,74 triliun sehingga meningkatkan rata-rata return sebesar 14,5 basis poin.

Hingga 26 April 2022, penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum saham, obligasi dan sukuk telah menambah 20 emiten baru, mencapai nilai Rs 85 triliun.

Hal itu dinilai OJK, menunjukkan optimisme investor lokal dan global terhadap pemulihan kawasan yang terus berlanjut.

Di sektor perbankan, fungsi intermediasi perbankan kembali mencatat tren positif pada Maret 2022, dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,67% secara tahunan dan 1,75% secara bulanan, dengan semua kategori peminjam terutama kecil, kecil, menengah dan ritel. perusahaan. .

Berdasarkan industri, kredit bulanan meningkat masing-masing sebesar Rs 20,2 triliun, Rs 19,3 triliun, dan Rs 16,7 triliun, berpusat pada perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga.

“Ini mencerminkan terus membaiknya dukungan perbankan terhadap pemulihan ekonomi negara,’ kata Anto.

Menurut laporan tersebut, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,95% YoY dan 1,32% MoM, terutama didorong oleh peningkatan giro sebesar Rs.88,56 triliun.

OJK juga terus mendorong pembentukan suku bunga perbankan yang lebih efisien seiring dengan tren penurunan suku bunga secara umum selama periode pemantauan.

Pada Maret 2022, suku bunga rata-rata tertimbang untuk pinjaman modal kerja (KMK), pinjaman kredit investasi (KI), dan pinjaman kredit konsumen (KK) adalah 9,07% termasuk pokok dan bunga pinjaman, turun 9,07% dari kuartal sebelumnya. . SBDK).) turun menjadi 7,38%.

Di sektor industri keuangan non bank (IKNB), piutang perusahaan pembiayaan menunjukkan tren meningkat menjadi Rp 374 triliun dengan nilai nominal pada Maret 2022.

Penggerak utama di balik itu adalah jenis modal kerja dan pembiayaan investasi, dengan sebagian besar sektor mengalami pertumbuhan positif.

Anto menambahkan, premi umum juga mulai meningkat positif sebesar 3,8% secara tahunan pada Maret 2022 setelah turun 3,5% pada bulan sebelumnya.

Namun, premi asuransi jiwa masih mengalami penurunan sebesar 14,1% dibandingkan tahun sebelumnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Benarkan Inisial N Terkait Pengeroyokan Nur Alamsyah Adalah Teman Duet Tri Suaka? Manager Buka Suara
Next post Kumpulan Ide Kreasi Minuman Segar Berbahan Sirup Cocok Untuk Takjil Buka Puasa