Pacuan Seri II Triple Crown Di Pangandaran Menemui Kendala

JAKARTA – Rencana penyelenggaraan latihan bersama (latpr) pacuan kuda Triple Crowns Seri II di Legok Jawa, Pangandaran, dan Jawa Barat menemui kendala.

Kegiatan pacuan kuda yang diselenggarakan oleh Persatuan Pacuan Kuda Indonesia (IHRC) tidak hanya disetujui oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (PP Bordasi), tetapi juga diupayakan untuk dihambat. Bahkan, kegiatan IHRC didukung penuh oleh pemilik kuda, klub dan gubernur Burdasi.

Upaya Three Crowns menggagalkan kegiatan Latber Cup di seri kedua diketahui melalui dua surat yang dikeluarkan dalam waktu seminggu oleh PP Pordasi. situs judi dana

Pertama, pada akhir April, Panitia Latbr untuk Seri Kedua Tiga Mahkota Mr. Dalam suratnya kepada Muhammad Shader Sadiq, ia meminta rencana penyelenggaraan kegiatan balap di Legok Jawa pada 21 Mei 2022. berhenti.

Pernyataan penutup surat PP Bordasi tertanggal 28 April mengatakan “sebelum melakukan tindakan penegakan hukum dan pemrosesan setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah hukum Republik Indonesia”.

Surat PP Fordashi yang tidak teralokasi itu ditembuskan kepada Gubernur Jabar, Kapolda Jabar, Direktur Satgas Covid-19 Jabar, Direktur KONI Jabar, serta Presiden Negara Bordash Pengfrov dan Anggota DPR RI. Bordasi Jawa dan semua anggota Pacu menetap di Bordasi.

Surat kedua, dikirim pada 4 Mei 2022, ditandatangani langsung oleh Gubernur PP Bordasi Hj Triwattty Marciano. Surat ini dari Kapolda Jawa Barat Paul D. Sontana, MC

Surat kedua dari Kapolri, Gubernur Jabar, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, Ketua KONI Jabar, Dirut Bordashi Pengprof, Ketua DPRD Jabar/Kota Bordashi, dan seluruh Anggota Pemukiman Baku Bordasi.

Dua surat dari PP Bordasi diketahui membuat geger para pemangku kepentingan berkuda, khususnya kuda pacu. Dia dikritik oleh banyak pemilik kuda, istal, dan bahkan para tetua olahraga ini.

Ismail Hassan, pemilik R4ya Stable di Pasuruan, Jawa Timur, menanggapi Selasa (10/5).

“Biarkan perwakilan (pacuan kuda) memilih lomba yang diikutinya, karena peserta tahu lomba mana yang layak dan mana yang tidak. Itu lebih menunjukkan ketidakmampuan yang tidak dimilikinya. Komunikasi/kerjasama, bahkan ia menunjukkan miniaturisasinya. pola pikirnya,” tegas Ismail Hassan.

Presiden DPRD Pasuruan menegaskan, duplikasi yang sebelumnya terjadi dalam kegiatan pacuan kuda ini jangan sampai membuat PP Pordasi mempertanyakan apakah sudah mendapat peringkat yang tepat dari awal, mau turun, dan menyerap semua masukan, bukan menyalahkan. .

Sebagaimana dijelaskan oleh Ismail Hasan: “Saya kira ini bermula dari komunikasi dan koordinasi BB Burdassi yang kurang. Pola pikirnya yang belum matang.”

Pemilik kandang R4ya mengatakan, kehadiran IHRC tak lepas dari kekecewaan para pemangku kepentingan dan kuda pacu atas kegagalan PP Bordasi Pacu menggelar balapan lebih lama dari tahun lalu. Apa yang telah dilakukan IHRC juga menunjukkan aspirasinya untuk pacuan kuda berkualitas tinggi, kata Ismail.

Ismail Hassan mengatakan, “Awal tidak aktifnya BB Burdassi di Bantul pada akhir tahun 2020 membuat para kuda pacu merasa frustasi.

berawal dari kekecewaan

Saat itu, BB Burdasi gagal menyelenggarakan Piala Presiden yang dijadwalkan 5 Oktober 2020 di Arena Pacuan Kuda Sultan Agung Yogyakarta Bantul. Kompetisi Piala Presiden Festival Olahraga Nasional ke-54 dibatalkan hanya beberapa hari sebelum kompetisi karena surat rekomendasi dari Kepolisian Provinsi Jawa Barat ditarik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Padahal, pada Agustus 199, Polres Yogya sudah mengeluarkan izin unjuk rasa dan kemudian menari lagi pada 30 September. Saat itu sudah ada lebih dari 150 ekor kuda di puluhan kandang dan daerah di Bantul.

Setelah itu, IHRC sukses menggelar empat event hingga Mei 2022, mengisi kekosongan kegiatan balap pada 2021. Empat kegiatan balap yang diselenggarakan oleh IHRC adalah Derby Jawa Tengah Seri Tiga Mahkota Pertama, AEKawillarang Memorial Cup dan Latihan Bersama (Latber). Piala Cartini. Acara kelima dalam format Latber Tiga Mahkota Seri II akan diadakan pada 21 Mei 2022 di Legok Java di Pangandaran, Jawa Barat.

Untuk event selanjutnya, IHRC akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Seri I ke-56 2022 di Pangandran Legok Jawa pada 16 Juli mendatang. Final Kejuaraan Nasional Seri 1 2022 ke-56 selanjutnya akan digelar di lokasi yang sama pada 30 Juli mendatang.

Selanjutnya bersiap-siap untuk Kejuaraan Nasional Seri II 2022 ke-56 pada 17 September di Tegal Wharton, Salatiga. Kemudian, pada 24 September, babak final Kejuaraan Nasional Ke-56 2022 Seri 2 digelar di Tegal Wharton, Salatiga.

Sementara itu, PP Fordashi menggelar kompetisi Triple Crown Cup pertama mereka di Pasuruan Kobanjaya pada 27 Maret lalu.

Dalam surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada Pengprov, Panitia PP Bordasi Pacu akan menyelenggarakan Piala Pertiwi dan Tiga Mahkota Seri II 21-22 Mei, Babak Penyisihan dan Final Kejuaraan Nasional, Seri I, 13 dan 27 Juli, serta Babak Penyisihan dan Kejuaraan Nasional, Seri II 28 September dan 12 Oktober. Seluruh balapan PP Fordashi digelar di Kobanjaya, Pasuruan.

Kritik ini disampaikan oleh Fritz Mantieri, Penasehat PP Bordasi. Dan Fritz melanjutkan, selama ini dana untuk kegiatan pacuan kuda berasal dari amatir, PP Bordasi kecil, KONI hampir tidak ada.

Tanpa sponsor, orang-orang seperti Eddie Sadek, yang memiliki kandang Aragon, Imam Hatono dari Eclipse, dan pemilik kuda yang solid di kandang besar, mengumpulkan uang untuk menjadi pembalap, kata Fritz.

“Jiwa itu bukan milik pemerintah Burdassi, tapi milik rakyat Burdassi yang punya uang secara sukarela. Sudah tradisi bertahun-tahun. Kalau ada event internasional, pemerintah mau.”

Fritz Mantieri memohon dengan “merangkul dan merangkul semua orang”.

Pemimpin pacuan kuda lainnya, Sherpa Manimbo, berbagi pendapat yang sama. Sherpa Manimbo menekankan bahwa ‘PP Bordashi tidak boleh sombong’.

Kemudian dia mengingatkan Sherpa Manimbo tentang sejarah berdirinya Burdasi di Indonesia.

Dia berulang kali menekankan bahwa “Burdashi dibentuk dengan kontribusi dari pembalap kuda”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Jusuf Kalla Terima Penghargaan Tertinggi ‘Grand Cordon’ Dari Kaisar Jepang, Ini Sebabnya 
Next post 7 Pencuri Rampas Ponsel Buruh Di Serang Banten: Pelaku Pura-pura Pinjam Korek