Pasangan Bisnis Mencetak Uang Palsu Rp 300 Juta Untuk Belanja Di Pasar Dan Mengharapkan Pengembalian Uang

Jakarta, – Menghasilkan uang palsu dan langsung kaya masih terjadi hingga saat ini.

Kali ini, pasangan suami istri (pasangan) MBJ (35) dan istrinya MBS (29) ditangkap di Jalan Marga Jaya di Rawa Buaya dan Saint Karen di Jakarta Barat dengan tuduhan mencetak ratusan juta rupiah dalam rupiah. situs judi slot online sering menang

Kapolsek Caledrese AKP Sivri Wasdar mengatakan keduanya menjaga keamanan di rumahnya pada Selasa (5 Oktober 2022).

Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan di Mapolres Cengkareng, Rabu (25/5), “Kami akan mulai dari informasi yang dikumpulkan oleh tim Buser Polsek Kalideres dan melakukan kesepakatan sehingga kami bisa mengetahuinya.” ).

Dari hasil sewa tersebut polisi mendapatkan beberapa barang bukti berupa uang kertas asli Rp 250.000 dan ratusan uang kertas palsu Rp 50.000 dan Rp 20.000.

Berbagai alat bantu juga ditemukan, antara lain tiga benang berlogo Bank Indonesia, jarum, stiker BI 50 ribu rupiah, lima buah printer, lem kertas, pisau piagam, dan telepon genggam.

Dengan menggunakan alat ini, pasangan itu dikabarkan belajar cara mencetak uang palsu dengan bantuan seseorang yang akrab dipanggil S Mancung.

Siafri menyimpulkan: “Bahan, alat, dan metode eksekusi diketahui dari S alias Mancung. Saat ini kami sedang melacaknya.”

300 juta Rupiah

Pelaku mengaku kepada polisi bahwa ia telah melakukan praktik ini selama enam bulan.

“Praktek ini berlangsung selama enam bulan. Mereka menghasilkan 300 juta rupee selama itu,” kata Syafari.

Uang palsu itu dibuat dengan menyalin uang asli pecahan 20.000 rupee dan 50.000 rupee. Kemudian saya mencetaknya di atas kertas berbahan dasar minyak menggunakan printer biasa.

Syafari menjelaskan, para pelaku diduga menghasilkan uang kertas palsu senilai Rp 30 juta dalam seminggu.

Siafari mengatakan, “Untuk setiap 30 juta rupiah dibutuhkan waktu seminggu hingga 10 hari.

Mereka berdagang di pasar dan mengantisipasi perubahan

Para pelaku menggunakan taktik menggunakan uang palsu di pasar tradisional di wilayah Jakarta Barat.

Awalnya, penjahat menggunakan mata uang palsu di pasar untuk transaksi pembelian. Kemudian dapatkan lebih banyak keuntungan dengan perubahan asli trader.

”Cara dia mendistribusikan uang palsu ini adalah jual beli. Targetnya pasar tradisional,” jelas Siafri.

Siafri melanjutkan, ”Jadi dia membelanjakan dan mengantisipasi perubahan. Asumsinya dia menghabiskan sekitar 40.000 rupee, kembaliannya adalah 10.000 rupee. Nah, itu yang dia kumpulkan.”

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 36, Pasal 26, Ayat 1 Hukum Indonesia, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Selamat Jawa Timur Berhasil Mengumpulkan 11 Komentar WTP Dari BPK
Next post Merayakan HUT Ke-80 Yusuf Kalla: Hidupku Adalah Metodologi