Pedagang Pasar: Kebijakan HET Minyak Goreng Curah Belum Berjalan Baik

Reporter Denis Dystriawan melaporkan

Jakarta – Asosiasi Pasar dan Perdagangan Indonesia (IKAPPI) mengatakan masalah minyak goreng harus ditanggulangi semaksimal mungkin, mengingat masalah minyak goreng merupakan komoditas penting bagi masyarakat.

Mengingat konflik yang masih berlangsung, Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin menjelaskan kelangkaan minyak goreng, stabilnya harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah, dan lambatnya peredaran di pasar tradisional. situs judi slot online asia

Muftah Al-Din mengatakan dalam keterangannya, Rabu (13/4/2022) bahwa “kami melihat ada inkonsistensi dalam pernyataan Departemen Perdagangan mengenai ketersediaan persediaan.”

Dia menambahkan, pemerintah, khususnya kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 HET Minyak Goreng Curah Tahun 2022, belum diterapkan dengan baik di daerah ini.

Muftah Al-Din mengatakan, “Kita tahu bahwa HET untuk minyak goreng curah masih menembus 18-20.000 liter/liter di wilayah lain, bahkan masih langka di mana-mana.”

Artinya, pemerintah tidak konsisten dalam pendistribusian kebijakan dan tidak fokus pada penyelesaian masalah dalam negeri, tambahnya.

Muftah Uddin mengatakan, “Kami menilai hal ini sebenarnya melanggar arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perekonomian.”

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan produsen minyak sawit (CPO) atau palm oil terbesar di dunia, namun pemerintah belum menangani pasokan dan harga dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Muftah Al-Din mengatakan IKAPPI mendukung penuh upaya kepolisian untuk terjun langsung dan mengusut tuntas kelangkaan dan stabilitas harga minyak goreng curah dan kemasan di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Polisi Sebut Dugaan Pengeroyokan Oleh Putra Siregar Dan Rico Valentino Dipicu Karena Perempuan
Next post FAKTA Temuan 2 Mayat Pria Di Pinggir Jalan, Ternyata Pelaku Begal, Korbannya Jadi Tersangka