Pembangunan IKN Jangan Abaikan Tari Ganjur Dan Topeng

Kokar – Komandan Pengamanan Istana Cotai Kartanegara, Eng Martipura, Adji Bambang Vadli, memperkirakan pembangunan Kota Negara (IKN) Nusantara akan meningkatkan budaya dan kearifan lokal.

IKN Nusantara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 ini akan mengangkat budaya dan kearifan lokal Keraton Kutai Kertanegara khususnya Tari Ganjur dan Topeng yang akan dikenal du /5). / 2022). situs judi domino99

Kedua tarian tersebut dikenal sebagai warisan budaya setempat, karena dipertunjukkan justru hanya saat ada acara resmi atau penyambutan tamu negara di Istana Kukar ing Martadipura.

efek dari pelestarian budaya adalah wisatawan, termasuk budayawan di luar Kalimantan, akan tertarik dengan kearifan lokal masyarakat Kalimantan.

“Petani dari luar Kaltim pasti akan tertarik untuk mempelajari tentang bakat budaya dan adat istiadat Cotai Kertanegara,” ujarnya.

Aji juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, H Adji Zainal Arifin yang mendukung relokasi IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Artinya Kokar Sultan Ing Martipura XXI dengan sepenuh hati dan menyetujui untuk mendukung relokasi IKN Nusantara ke Kaltim, maka kita sebagai Panglima Keamanan Istana Kokkar Ing Martipura harus mendukung ke Kaltimanke

Namun pesan yang ditekankan Aji adalah agar pemerintah pusat dan otoritas IKN tidak warisan budaya dan leluhur Kalimantan, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Dapatkhan Tugas Raja

Aji juga mengatakan bahwa dia diberi amanah oleh Sultan Kokar Eng Martipura XX, yaitu Syed Haji Muhammad Salihuddin II Yang Kebetullan Adalah Jembatan Aya Sultan Haji Zainal Arefin.

Kepala Keamanan Keraton Kokkar, Ing Martadepura, simpanan aset dan keluarga Keraton Kokkar Eng Martadepura.

“Secara pribadi, kami sedang mempertemukan kepentingan pemerintah dan Kraton Kukar Ing Martadipur”, kata Agee.

Agee artinya bahwa masyarakat pendatag di Kabupaten Kokar sangat heterogen. Mereka tetap bisa hidup dan saling menghormati antar umat beragama.

Setelah itu, ia juga menghimbau seuruh masyarakat untuk saling menjaga lingkungan yang kondusif.

Sebagai kepala keamanan Istana Kokkar Ing Martipura, masalah juga kewajiban masyarakat kerukunan antar seluruh elemen, bahkan keberadaan Laskar di Kokkar harus tunduk dan patuh pada apaul yole nusan tara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post PPKM Diperpanjang, Provinsi Banten Masuk Level 2
Next post Kejaksaan Agung Periksa Ahli Sistem Informasi Di Kemendag RI Terkait Kasus Dugaan Korupsi Impor Baja