Pensiun Dini Dari Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Dapat Mencegah 14,5 Juta Kematian Dini

Jakarta – Pada tahun 2050, kematian dini akibat polusi udara bisa mencapai 14,5 juta jika dunia gulung tikar dan belum ada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang dibangun dalam tahap pra konstruksi.

Hal itu terungkap dalam analisis terbaru yang dirilis Rabu (25/5/2022) oleh New Climate Institute, pusat penelitian baru Jerman, mengutip pernyataan tertulis. situs judi slot online deposit via linkaja

Menurut New Climate Institute, diperkirakan hingga 110.000 kematian dini dapat dihindari di Indonesia sendiri dengan cara yang sama.

Analisis hasil ini disajikan melalui web interaktif melalui alat web AIRPOLIM yang menunjuk ke database pembangkit listrik tenaga batu bara yang beroperasi di 24 negara tetangga, yang mewakili lebih dari 90% dari total pembangkit listrik dunia, atau sekitar 2.000 Gigawatt. GW) dan masih dalam tahap konstruksi, dengan tahap perencanaan atau pra-konstruksi sekitar 400 GW.

Upaya ini juga akan memberikan manfaat ekonomi sebesar $16,3 triliun.

Itu setara dengan menyelamatkan 425 juta tahun kehidupan atau tambahan 20 hari untuk setiap 7,9 miliar orang di dunia saat ini.

Menurut para peneliti, pembangkit listrik tenaga batu bara yang berlokasi di seluruh dunia berkontribusi terhadap lebih dari 900.000 kematian dini setiap tahun.

Sala Satu Penalis Study Yaitu Harry Pearnerhuf, Menekan Khan Pentinya Synaghi Antara Mengamville Tyndakan Untag Memerangi Perubahan Iklim Dan Mendoron Perbaikan Besar Dalaam Quesehatan di Celluru Dunia .

“Kita semua Sadar menyadari kerusakannya pembangkit listrik batu bara bagi iklim dan bahwa sebagai komunitas global, kita perlu segera melepaskan kebebasan pada batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Analisis yang kami lakukan memberikan gambaran global tentang manfaat kesehatan yang dapat diwujudkan dengan mendoron agenda transisi energi yang mendesak, serta menampilkan data Dampak dari tingkat nasional, hingga ke sub-unit Rabu Kata/5/2”

* Apakah itu nyata atau scam? Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang disebarluaskan, silakan kirim Liputan6.com Fact Check Number 0811 9787670 ke WhatsApp dengan kata kunci yang diperlukan.

Analisis dampak negatif kesehatan global dari pembangkit listrik tenaga batu bara dalam analisis ini menunjukkan bahwa Cina memimpin.

Sebagai referensi, China saat ini menyumbang lebih dari setengah pembangkit listrik tenaga batu bara dunia.

Di Cina, pengoperasian pembangkit listrik tenaga batu bara menyebabkan lebih dari 720.000 kematian dini setiap tahunnya.

Oleh karena itu, para peneliti memperkirakan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara China saat ini dan yang direncanakan dapat menyebabkan 21 juta kematian dini selama 30 tahun ke depan jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mengurangi pembangunan dan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Dulu, listrik yang diperoleh dari pembangkit listrik tenaga batu bara disebut-sebut tidak lagi murah karena diberlakukannya pajak karbon yang akan digalakkan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Binsar Panjaitan dalam diskusi, Kamis (24 Februari 2022).

Tarif pajak karbon yang ditetapkan minimal 30 rupee per kilogram setara CO2, katanya. jangan pukul

Pajak karbon dibuat melalui Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Pajak, yang digunakan sebagai alat untuk mengendalikan perubahan iklim.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Kebijakan ini merupakan bukti bahwa pemerintah bekerja untuk menggunakan berbagai instrumen keuangan untuk membiayai respons perubahan iklim sebagai agenda pembangunan prioritas utama.

Mulai 1 April 2022, pajak karbon yang menerapkan sistem pajak batas emisi karbon untuk sektor pembangkit listrik tenaga batu bara akan diperkenalkan.

Luhut melaporkan Rencana Aksi Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN menargetkan 52% bauran energi terbarukan pada 2030 hingga 2021-2030.

Selama dekade berikutnya, pembangkit listrik tenaga hijau (PLTA) akan menyumbang 25,6% pangsa energi hijau, dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan pangsa 11,5%. Kami berpartisipasi dalam bauran energi terbarukan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Tak Sengaja Pecahkan Patung Teletubbies, Orangtua Bocah Ini Ganti Rugi Rp60 Juta
Next post TNI AL Selidiki Tiga Kapal Yang Diduga Langgar Ketentuan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng