Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-AS Untuk Tangani Perubahan Iklim

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga poin terkait perubahan iklim pada KTT ASEAN dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris di Departemen Luar Negeri AS di Washington, DC.

Seperti dikutip Sabtu, 14/05/2022, Presiden mengatakan “Climate financing harus dipenuhi, kerjasama di bidang transisi energi dan peningkatan investasi dalam ekonomi hijau harus dipenuhi.” situs judi winrate tinggi

Dalam hal pendanaan iklim, Jokowi mendukung negara-negara maju lainnya untuk memenuhi semua komitmennya untuk mencapai National Determined Contributions (NDCs) secara global.

Menurutnya, dari tahun 2000 hingga 2019, ASEAN hanya menerima $56 miliar, sekitar 10% dari total bantuan keuangan iklim ke negara-negara maju.

Upaya ini akan membutuhkan setidaknya $367 miliar dalam teknologi dan investasi di sektor energi bersih. Indonesia akan membutuhkan $30 miliar untuk konversi energi selama delapan tahun ke depan.”

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ada peluang ekonomi yang besar dalam pengembangan ekonomi hijau sehubungan dengan investasi di ekonomi hijau.

Oleh karena itu, diperlukan suatu mekanisme untuk menyatukan dunia usaha dan juga sektor pemerintah.

Presiden Moon menyimpulkan, “Investasi di sektor infrastruktur hijau dapat menjadi elemen penting kerja sama ASEAN-AS, yang akan membutuhkan setidaknya $2 triliun selama 10 tahun ke depan.”

Presiden Jokowi hadir dalam upacara tersebut bersama Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Bensar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri/Kepala Penanaman Modal BKPM Bhalil Hadalia, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosanne Roslani dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. ruangan terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post KPK Masih Hitung Penerimaan Gratifikasi Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy
Next post Aliansi Buruh Sentil Kegagalan Anies Baswedan Soal Air Bersih, Bandingan Dengan Presiden Erdogan