Sebelum Jadi Korban Pembunuhan, Janda Di Cimahi Diteror Terduga Pelaku

Jakarta – Sebelum dibunuh, ternyata Yuen Suningseh, 32, janda berinisial MM, sudah menelepon polisi.

Laporan ini tentang terorisme dan ancaman yang dilakukan oleh M sebelum pembunuhan.

Penjahat itu mengambil pisau dan mengetuk pintu rumah.

Keluarga M melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat. situs judi maxwin

Namun, polisi mengatakan laporan itu ditolak karena tidak cukup bukti.

Kompol Poengky Indarti meminta Kapolres AKBP Cimahi Imron Ermawan untuk segera memastikan apakah ada dugaan penyerang menolak melaporkan korban sebelum dibunuh.

Pihak Boinke membenarkan pada Rabu (5 November) dengan mengatakan, “Kombes Polri harus memeriksa apakah laporan itu ditolak. Jika fakta penolakan lapor itu benar, maka harus dilakukan penyelidikan,” katanya. ” / 2022).

Boingke mengatakan dia menyesal mengetahui bahwa tuduhan dibuat bahwa polisi yang tidak bermoral telah menolak untuk melaporkannya.

Bahkan, korban pada saat itu ketakutan sesaat sebelum pembunuhan.

Dengan kata lain, polisi bisa mencegah pembunuhan itu.

kronik kasus

Seorang duda berinisial M mengancam akan membunuh seorang janda bernama Wiwin Sunengsih, 32, yang tinggal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Kecamatan Padalarang, Desa Jayamekar, Desa Gunung Bentang, RT 14/4.

Tentu saja, ancaman pembunuhan itu akhirnya terjadi pada Minggu (5 Agustus 2022) pukul 10.00 WIB.

Korban ditikam di perut dan leher dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Komisaris RW Regional Agus Sopian mengatakan, pelaku mengancam korban dua hari sebelum pembunuhan.

Saat ditemui di TKP pada Minggu 8 Mei 2022 lalu, ”menjadi jelas bahwa dua hari lalu (pelaku) (pelaku) berkeliaran dengan ancaman (kematian) dan ini terjadi sekarang..” .

Ia mengatakan, ancaman tersebut dilaporkan langsung kepadanya oleh pihak keluarga selaku RW setempat.

Agus menyerahkan laporan tersebut kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk segera ditandatangani.

Agus mengatakan, “Saya melapor ke walikota dan Bhabinkamtibmas untuk memprediksi. Saya mengawasinya setiap malam selama dua hari ini. Tapi hari ini terjadi di rumah korban.”

Kapolsek Cimahi AKBP Imron Ermawan sebelumnya mengatakan, dirinya menduga duda berinisial M bersekongkol untuk membunuh Weewin.

Pasalnya, pelaku saat itu sengaja memegang keris sebelum membunuh korban.

“Pelaku ini harus dicurigai merencanakan penganiayaan dan menyebabkan korban meninggal. Buktinya, pelaku sudah memiliki keris pada saat beraksi. Ini berdasarkan keterangan saksi mata,” katanya.

Bahkan, kata Imron usai melakukan pembunuhan, pelaku langsung kabur dengan membawa keris yang digunakan untuk membunuh dan menikam korban.

“Pelaku kabur dengan membawa keris di tangan,” kata Imron.

Menanggapi hal itu, Imron mengatakan kasus tersebut bisa jadi merupakan pembunuhan berencana.

Namun pihaknya masih harus mendalami kasus tersebut.

Dia berkata, “Bisa jadi (pembunuhan berencana), tetapi kesimpulannya adalah apakah itu serangan serius atau pembunuhan berencana.”

Polisi masih mendalami alasan pelaku merenggut nyawa korban.

Artikel ini telah diposting di TribunJabar.id dengan judul Wiwin. Ternyata dia melaporkannya ke polisi sebelum dia dibunuh. Kompolnas menolak karena tidak ada bukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Keputusan Brian Sheila On 7 Hengkang Telah Disepakati Semua Personel 
Next post Moeldoko: Pemerintah Dorong Pihak Swasta Ciptakan Ekosistem Talenta Digital Indonesia