Sempat Lolos Dari Jerat Hukum Saat Menusuk Imam Masjid, Kini Imran Berulah Lagi Tusuk Anggota Polisi

Pekanbaru – 23 Juli 2020 Imam Masjid Al-Falah Dar Al-Mutaqin Ustad Yazid Omar juga diduga ditikam.

Tersangka adalah orang yang sama yang menikam imam Profesor Yazid Omar, Masjid Falah Dar Al-Mutaqin, pada 23 Juli 2020.

Kasus tersebut ditangani Polsek Kota Pekanbaru hingga sampai ke pengadilan. situs judi togel

Namun, dari hasil pemeriksaan kesehatan pada 4 Februari 2021, hakim memutuskan pelaku tidak bisa divonis mati karena menderita gangguan jiwa berat.

Pelaku harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tamban selama satu tahun.

Pada Februari 2022, pelaku Imran menyelesaikan pengobatan.

Ternyata dia berakting lagi setelah perawatan.

Imran kembali melakukan persekusi penikaman terhadap petugas kepolisian sekaligus pelatih Klub Futsal Pekanbaru bernama Deri.

Beruntung, korban selamat. Korban membuat sayatan hanya 1 cm di atas perut.

Korban dibawa ke rumah sakit dan tidak lama kemudian bisa kembali ke rumah.

Saat ini, penyidik ​​dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrrim) Polres Pekanbaru bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Tamban (RSJ) untuk melakukan observasi kejiwaan terhadap Imran.

Hal ini untuk memastikan dan memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah mulai bekerja sama dengan RSJ untuk pemantauan. Kami menunggu waktu penegakannya,’” kata Direktur Reserse Kriminal Polres Pekanbaru Kumpul Andrey Setiawan, Senin (23/5/2022).

Andrey menjelaskan, dalam kasus sebelumnya, penikaman seorang imam di masjid, tersangka berada di bawah pengawasan psikologis.

Namun, pengamatan ini tidak lagi tersedia dalam kasus ini.

Dia berkata, “Sekarang pengamatan sebelumnya telah selesai, pengamatan lebih lanjut diperlukan, dan kita perlu melihat perkembangan dan perkembangan apa yang ada.”

Dia menambahkan, pengamatan lanjutan akan dilakukan selama sekitar dua minggu.

Dalam hal ini penyidik ​​telah memenjarakan tersangka sesuai dengan Pasal 53.340 atau Pasal 53.338 dan/atau 351 KUHP.

Peristiwa penusukan itu terjadi pada Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 15.35 WIB.

Pelaku mengendarai sepeda motor dan berdiri di depan pagar rumah korban.

Tak lama kemudian korban keluar dan menghampiri pelaku.

Korban bertanya kepada pelaku dan dari mana asalnya. Pelaku menjawab bahwa dirinya adalah anggota futsal.

Korban kemudian bergerak dan membuka pagar rumah. Tak lama kemudian, pelaku mengambil sebilah pisau dari sakunya dan menikam perut korban.

Usai operasi, korban terlihat memegangi bagian perut yang ditusuk pisau dan kesakitan.

Penjahat itu ingin melarikan diri.

Namun, beberapa keluarga di dalam rumah yang mengetahui kejadian tersebut langsung keluar dan menghentikan gerak-gerik pelaku.

Warga sekitar pun turut membantu melindungi para pelaku.

Alhasil, pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Ia dibawa ke Polsek Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah diselidiki, pelaku melakukan tindak pidana sebagai pelatih futsal dengan keinginan untuk membalas dendam kepada korban.

Hal ini dikarenakan ketika ada turnamen sepak bola dalam ruangan, mereka tidak berpartisipasi sebagai pemain dan sering diganggu oleh teman-temannya.

Polisi juga menyita barang bukti berupa pisau sepanjang 20 sentimeter, sepeda motor Barrio hitam putih dan kunci sepeda motor dari tangan pelaku. (/ Rizki Armanda)

Artikel ini diterbitkan dengan judul “Psikologi Psikologi Ditikam Polisi dan Imam Lapas Masjid Bekerjasama dengan Polsek Pekanbaru dan RS Tampan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Kondisi Manchester United Bak Kapal Pecah, David De Gea Tak Segan Usir Pemain Setan Merah
Next post UPDATE Harga Minyak Goreng Terbaru Hari Ini, Senin 23 Mei 2022: Fortune, Sovia Hingga Sania