Siwi Widi Sebut Anak Eks Pejabat Pajak Tertarik Padanya, Hakim: Pede Sekali

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta penasaran dengan perkenalan putra mantan Dirjen Pajak Wawan Rizwan, Muhammad Farsha Kotsar, dengan mantan pramugari Garuda Indonesia Siwi Wedi Purwanti.

Al-Siwi mengaku Farsha-lah yang lebih dulu menghubunginya. nama nama situs judi

“Dulu, dia mencoba menelepon saya. Dia [Varsha] mengatakan [Kamu tahu nomor Siwi] dari seorang teman tetapi dia tidak tahu cerita sebelumnya. Kemudian dia memfollow Instagram, kebetulan saat itu saya masih bekerja sebagai pramugari di Jogjakarta,” kata Siwi saat bersaksi. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/5/2022), dia mengatakan, “Pertama kali bertemu Varsha.”

Dia meraih kasur, mencoba mendekatinya.

Hakim juga penasaran dengan Rs 647 juta yang telah ditransfer Farsha ke Siwe Weedy.

Menurut Siwi, saat Mattress mentransfer uang, hubungannya dengan Mattress adalah teman, bukan teman.

“Lalu kenapa sekitar 647 juta rupiah?” tanya Hakim Fadel Hendry.

“Menurut…mungkin saat itu saya coba ngobrol sama Mattress dan Mattress push, mungkin minta perhatian,” jelas Siwe.

Hakim Siwe juga disebut Wathiq (Percaya Diri). Kemudian hakim kembali menanyai Siwe Weedy.

“Kamu cari perhatian? Kamu percaya diri banget, kak. Katanya dekat, kamu perhatikan apa? Apa kamu
pacaran? Kok dia bisa transfer uang begitu, lho?” kata Hakim Fahl.

Al-Siwi pun mengaku Farsha menanyakannya saat itu hingga sekarang. Tapi Siwi menolak Kasur.

“Sebenarnya Farshah saat itu yang meminta saya untuk menjadi pasangannya. Ya. Tapi saat itu saya tidak mengerti Farshah, jadi saya sedikit takut,” kata Siwe.

Hakim bertanya lagi “Sehingga dia menyampaikan seperti ini, apakah permintaan Anda untuk memiliki nomor rekening Anda dengan dia?”

“Sebenarnya Farsha suka bertanya tentang kegiatan saya, misalnya saya ingin pergi ke klinik, kemudian Farsha bertanya berapa biayanya, mencoba membayar, mencoba bermurah hati dengan saya,” jawab Siwe.

Selaku Tergugat, mantan Kepala Bagian Pendaftaran Penyuluhan dan Evaluasi Kanwil Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan dan mantan pejabat fungsional pemeriksa pajak di Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat II Alfred Simanjuntak

Wawan Rizwan dan Alfred Simanjuntak dituding menerima suap senilai Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 42.169.984.851 dari wajib pajak sehubungan dengan pemeriksaan pajak 2016-2017.

Kedua terdakwa melakukan tindak pidana bersama-sama dengan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2016-2019, Engin Preytno Aji; Kasubdit Kerjasama dan Penunjang Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2016-2019 Dadan Ramadhan; serta tim audit pajak Yulmanizar dan Febrian.

Suap diberikan oleh orang tua Imran Maghribi dan Rayan Ahmed Rounas selaku konsultan PT Gunung Mado Farms. Veronica Lindawati sebagai Agen PT Bank PAN Indonesia (Panin) Tbk; dan Agus Susetyo sebagai penasehat pajak PT Jhonlin Baratama.

Wawan dan Alfred masing-masing menerima 606.250 dolar Singapura atau total sekitar 12.935.897.609 rupee.

Khusus untuk Wawan, ia juga dituding melakukan pencucian uang (TPPU).

Diduga uang hasil kejahatan itu mengalir ke banyak tempat, termasuk Al-Siwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Yura Girl’s Akui Harus Pacaran Lebih Lama Sebelum Memutuskan Menikah, Setidaknya 2 Tahun
Next post Bek Asal Brasil Marcelo Guedes Dicoret Dari Tim Lyon Gara-gara Kentut Di Ruang Ganti, Ini Ceritanya