Studi Ungkap Predator Ubah Jadwal Reproduksi Untuk Berdaptasi Dengan Perubahan Iklim

– Ketika perubahan iklim mengubah lingkungan di seluruh dunia, para ilmuwan menemukan bahwa banyak spesies merespon situasi tersebut. Salah satunya, dalam sebuah studi peneliti menemukan bahwa predator mengubah jadwal reproduksi untuk beradaptasi.

Dan kini sebuah penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa spesies karnivora besar telah membuat perubahan besar pada sejarah hidupnya sebagai respon terhadap perubahan iklim. mimpi main judi kalah togel

Dikutip dari Phys, Selasa (28/6/2022) tim yang dipimpin oleh peneliti University of Washington bekerja sama dengan Botswana Predator Conservation menganalisis pengamatan lapangan dan data demografis dari tahun 1989 hingga 2020 populasi anjing liar Afrika (Lycaon pictus).

Mereka menemukan bahwa selama periode 30 tahun, hewan yang hidup di Botswana tersebut mengubah pola reproduksi mereka menjadi lebih lambat 22 hari.

Adaptasi itu memungkinkan mereka untuk mencocokan kelahiran bayi-bayi mereka pada suhu paling dingin di awal musim dingin.

Akan tetapi sebagai dampak perubahan iklim yang signifikan ini, lebih sedikit anak anjing yang selamat pasca kelahiran karena suhu di sarang justru meningkat dan lebih hangat. Hal tersebut pun mengancam populasi spesies yang sudah terancam punah ini.

Studi tersebut menunjukkan bahwa spesies puncak dalam ekosistem bisa sama sensitifnya dan menunjukkan respon kuat terhadap perubahan iklim seperti halnya spesies lain.

Daerah penelitian di Botswana utara sendiri merupakan bagian dari habitat berkelanjutan terbesar untuk anjing liar Afrika, yang terancam oleh fragmentasi, hilangnya habitat, penyakit dan konflik dengan manusia.

The International Union for Conservation of Nature memperkirakan bahwa hanya ada sekitar 1.400 anjing dewasa yang tersisa di alam liar.

“Predator besar memainkan peran yang sangat penting dalam ekosistem, tetapi kami masih harus banyak belajar tentang implikasi perubahan iklim bagi hewan-hewan ini. Pergeseran besar yang didorong oleh iklim seperti yang kami temukan mungkin lebih tersebar luas pada predator teratas daripada yang diperkirakan semula, jadi kami berharap temuan kami akan memacu penelitian perubahan iklim baru pada populasi predator lain di sekitar planet ini,” pungkas Abrahms.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Uji Coba PLTSa Putri Cempo Solo, Gibran Janji Carikan Solusi Bagi Warga Yang Terdampak
Next post Singapura, Kota Paling Layak Huni Di Asia Tenggara
Exit mobile version