Tangggapi Penolakan UAS, Kyai Cholish: Singapura Bukan Negara Anti-Islam

Jakarta – Profesor Pemerintah Singapura tegas Menolak Kedatangan Abdul Samad yang biasa disapa drone.

Dimana alasan yang paling utama adalah isi ceramahnya yang dianggap ekstrimis.

Dikutip dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura. situs judi yang bagus

Kementerian Dalam Negeri Singapura menggambarkan Somad sebagai pengkhotbah ekstremis dan apartheid yang ajarannya tidak diterima di Singapura dengan masyarakat multi-etnis dan multi-agama.

“Sementara Somad mencoba memasuki Singapura dengan cara kunjungan sosial, pemerintah Singapura menganggap serius siapa pun yang menerapkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstrem dan apartheid.

Professor Abdul Samad (UAS) Menolak Atau Tidak Mendarat Di Singapura Mendapat Tangapan Bridge Surya PWNU DKI, KH. Gereja Mozzie.

Menurutnya, American Universal School perlu mempertimbangkan kembali metode advokasi.

Hal itu disampaikan Kyai Cholish menanggapi keputusan Singapura yang menolak masuknya drone ke negaranya.

Menurutnya, sistem UAV perlu belajar dari Gus Dur dan hikmah para Sahabat Nabi yang berdakwah di berbagai pelosok tanah air seperti Saad bin Abi Waqqas hingga China.

“Tidak perlu marah-marah ke UAS. Kalau niatnya ke Singapura untuk undangan Ditolak”, kata KH. Mozki Schulich, Kamis (19 Mei 2022).

Menurutnya, terlebih dahulu banyak para sahabat yang diutus oleh Butterfly Muhammad SAW untuk membawakan surat kepada raja-raja non-Muslim ditolak, bahkan menjadi sasaran hinaan dalam bentuk apapun.

“Tetapi karena niat berdakwah mereka tidak mara. Ada raja yang merobek-robek pesan Nabi dan mengusir para sahabat seperti Raja Persia, dan ada juga yang menerimanya seperti halnya Raja Najasi. Tidak perlu untuk sistem drone tidak. Jeanan khawatir, tepo seliro, introspeksi diri kebenaran yang kami sampaikan Orang lain belum tentu menganggapnya benar,” kata KH. Mozaki Chulish.

Menurutnya, ulama harus banyak melakukan refleksi diri agar apa yang disampaikan kepada bangsa dan seluruh umat manusia dapat diterima.

“Gus Dur lebih ulama dari UAS, dengan cara dakwah yang bagus Gus Dur tidak hanya diterima tetapi dikagumi oleh non-Muslim. Saya kira model advokasi Gus Dur sangat kontekstual saat ini,” katanya.

Kyai Chulish juga mengatakan bahwa Singapura, negara yang anti-Islam justru Singapura mengagumi para ulama Indonesia dan sangat menghargai kehadiran Islam di Nusantara.

“Singapura adalah negara yang mengagumi Islam, yang tidak anti-Islam, dan itu bisa dilihat dari bicara Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, bahwa ia sangat mengagumi dan menghormati Islam di Nusantara.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Kekerasan Online Terhadap Perempuan Masih Ada, Ini Tips Pencegahannya
Next post Bongkar Gaji Jadi Aspri Hotman Paris, Aspri Ke-27 Akui Baru Kerja 3 Bulan Sudah Bisa Bangun Rumah