TNI AL Selidiki Tiga Kapal Yang Diduga Langgar Ketentuan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

JAKARTA, – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, pinggir pantai tiga kapal yang diduga melanggar auran ekspor bahan baku minyak goreng.

Ia menyebut, dugaan pelanggaran itu terjadi ketika pemerintah masih menerapkan ekspor minyak sawit mentah (crude oil/CPO).

Ia mengungkapkan, ketiga kapal pengekspor bahan baku minyak goreng yang di tengahnya berada di tiga tempat berbeda.

“Laporan dari Pangkoarmada RI di Belawan satu di Dumai, di Ambon, kemudian di Pontianak,” kata dia. situs judi slot online mudah menang

Menurut dia, selama penetapan auran ekspor minyak sawit mentah TNI AL sempat melarang 14 kapal secara total.

Namun, dalam proses pemeriksaan, hanya tiga kapal itu yang terlupakan melakukan pelanggaran.

Yudo mengatakan, menentang akan berkoordinasi dengan instansi lain dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Pemerintah menutup sementara ekspor minyak sawit mentah pada 28 April 2022.

Kebijakan itu tertuang dalam Permendag Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan Turunannya.

Namun, larangan itu akhirnya dicabut pemerintah pada Senin (2022-05-23).

Berdasarkan catatan , sejak diterapkannya penutupan ekspor minyak sawit mentah itu TNI AL sempat beberapa kali membuka kapal.

Pertama, kapal Tankers MT World Progress yang membawa minyak sawit mentah sebanyak 34.854 metrik ton jembatan Dumai menuju India melalui Selat Malaka.

Kedua, kapal tanker MT Annabelle yang mengangkut minyak sawit mentah sebesar 13.357 metric ton di Ferraran Bharat Kalimantan.

Ketiga, kapal MV Mathu Bhum yang mengangkut 34 kontainer minyak sawit mentah dari Pelabuhan Belawan ke Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Pensiun Dini Dari Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Dapat Mencegah 14,5 Juta Kematian Dini
Next post Aborsi Paksa Tidak Tercakup Dalam Undang-undang TPKS Dan ICJR Berharap Dapat Diserap Oleh RKUHP