UE Peringatkan Perusahaan Eropa Untuk Tidak Membeli Gas Rusia Gunakan Rubel

BRUSSELS – Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen

menyerah pada tuntutan Rusia untuk membayar perusahaan-perusahaan Eropa untuk gas dalam rubel sebagai tanggapan atas keputusan Rusia untuk memutuskan pasokan gas Rusia ke Eropa. Saya memperingatkan Anda untuk tidak melakukannya. situs judi pulsa

Perusahaan energi negara Rusia Gazprom melaporkan pada Rabu (27 April 2022) bahwa mereka telah menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria.

Rusia mengambil keuntungan dari ancaman penghentian pasokan gas jika pembayaran tidak dilakukan dalam rubel. Saat ini, perhatian diberikan pada respons Jerman dan Italia, pembeli gas Rusia terbesar di Eropa.

Mengutip aljazeera.com, Eropa berusaha untuk berintegrasi di bawah arahan UE, tetapi sumber yang dekat dengan Gazprom mengatakan dia mengambil langkah untuk memastikan beberapa perusahaan Eropa mematuhi aturan baru Rusia.

Sementara itu, pembeli energi Rusia terbesar di Jerman, Uniper SE, mengatakan pihaknya yakin dapat mempertahankan pembelian energi tanpa melanggar sanksi.

Sementara itu, von der Leyen telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan yang setuju untuk membayar pasokan gas Rusia dalam rubel melanggar sanksi.

Tetapi UE sekarang menghadapi tantangan baru dan pembayaran akan jatuh tempo bulan depan, dan pemerintah serta bisnis di seluruh Eropa harus memutuskan apakah akan mengikuti klaim Rusia atau berhenti memasok gas.

Jerman juga mengatakan bahwa menteri ekonomi Jerman Robert Havek harus menanggapi ancaman pemotongan dengan serius, tetapi menegaskan kembali bahwa perusahaan harus terus membayar dalam euro sesuai dengan arahan UE.

“Rusia menunjukkan bahwa mereka siap untuk serius dan siap untuk menghentikan pasokan gas jika seseorang tidak mematuhi perjanjian pasokan atau pembayaran. Kita harus menganggap ini serius dan ini juga berlaku untuk negara lain. Negara-negara Eropa. Saya menerima dia.” katanya serius.

Namun, beberapa perusahaan tampaknya masih mencari solusi, dan keputusan kemungkinan akan mengikuti arahan yang diminta Uni Eropa minggu lalu.

Uni Eropa (UE) telah merilis Q&A yang menyatakan bahwa bisnis harus terus membayar dalam euro dan tidak terpengaruh oleh kebijakan penetapan aturan baru Rusia.

Habeck menambahkan bahwa belum jelas bagaimana reaksi Rusia jika perusahaan membayar pasokan gasnya dalam euro.

Sementara itu, sumber yang dekat dengan Gazprom mengatakan empat pembeli gas Eropa telah membayar pasokan dalam rubel.

Beberapa perusahaan mengatakan mereka akan terus membayar dalam Euro tanpa menjelaskan mekanismenya dengan jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Ketegangan Meningkat, Ukraina Hancurkan Patung Persahabatan Dengan Rusia Yang Berusia Puluhan Tahun
Next post Terungkap Fakta Baru Insiden Tewasnya 2 Pekerja Dalam Palka Kapal China Express Di Balikpapan