UPDATE Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran Di Pasuruan: Diduga Ada Cemburu Dengan Hubungan Korban

Berikut update terkait kasus pembunuhan Bagus Prasetya Biru mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya (UB) yang terjadi pada 12 April 2022 di Kabupaten Pasuruan.

Sebelumnya, Jatanras Direskrimum Polda Jawa Timur menetapkan tersangka dalam pembunuhan itu sebagai Ibarahim Bal Biyd, 38, atau ZI, ayah tiri dari pacar korban, TS.

Menurut pengakuannya, Zias sangat marah dengan korban yang melecehkan anak tirinya secara seksual. situs judi mega

Ziath kemudian menjelaskan bahwa dia bermaksud untuk menegur secara perlahan tindakan korban terhadap anak tirinya itu.

Namun, atas teguran Ziath, Bagus meninggal.

“Saya melebih-lebihkan, karena ada obrolan pelecehan seksual,” urainya Senin (18 April 2022) dikutip di Jawa Timur.

Pengakuan ini juga ditegaskan oleh AKBP Lintar Mahardono, Direktur Sub Direktorat III Jatanras Direskrimum Polda Jatim.

Lintar mengatakan tersangka kesal ketika mengetahui bahwa ada beberapa percakapan berbasis aplikasi antara korban dan anak tirinya yang menurutnya terlalu lucu.

“Tidak kalau itu bullying. Ya, karena membaca obrolan tepat sebelum pembunuhan itu menjengkelkan. ‘Andygon, teleponnya mengawasi (di mana Anda melihatnya?), ternyata Anda dan anak saya yang melakukan ini. . Ya , itu seperti berkencan dengan seseorang” jelasnya.

Mengaku iri dengan hubungan korban dengan anak tirinya

Mengutip dari Jawa Timur, beredar informasi bahwa Ziath iri dengan hubungan Bagus dengan TS.

Informasi ini didapat dari kerabat tersangka berinisial P.

P mengaku melihat korban kerap mengunggah momen bahagia di media sosial.

Menurutnya, kecemburuan tersangka, ayah tiri pacar korban, diduga bermula dari hal tersebut.

“Sejauh yang saya tahu, hubungan antara TS dan korban baik-baik saja. Saya mengikuti media sosialnya dan dia terlihat baik-baik saja. Dia terlihat bahagia di media sosial story-nya,” ujarnya, Senin, 18 April 2022.

P juga mengungkapkan bahwa setiap kali TS menjalin hubungan dengan seorang pria, tidak pernah berjalan mulus.

Kesimpulan itu didapat P melalui kisah mantan pacar yang sedang diperjuangkan TS.

P menduga keluarga TS tidak merestui hubungan tersebut.

“Seperti mantan pacar saya putus. Sejauh yang saya tahu, anggota keluarga tidak puas atau memiliki masalah lain,” katanya.

Kronik Pembunuhan: Korban diancam dengan pistol mainan dan mayatnya dibiarkan semalaman.

Catatan investigasi mengungkap kronologi pembunuhan Zias terhadap Bagus.

Kronologi pembunuhan yang dikutip Madiun bermula saat korban mengancamnya dengan pistol mainan berwarna hitam.

Selain itu, tersangka mencoba menganiaya korban dengan tuduhan mencabuli anak tirinya melalui percakapan melalui aplikasi.

Pelaku kemudian berlutut di kursi atau car seat dan menekan bobot tubuhnya ke dada korban.

Korban kemudian dicekik kepalanya menggunakan kantong plastik dan meninggal seketika pada pukul 22.00 WIB Kamis (2202-07-04).

Gias kemudian menempatkan tubuh korban di bagian tersembunyi kendaraan Toyota Kijang Innova bernomor polisi (nopol) korban IG N-1966.

Hal itu diungkapkan AKBP Lintar Mahardono, Asisten Direktur Jatanras Ditreskrimum III Polda Jatim.

“Eksekusi di Malang. Pinggir jalan. Sendirian. Pertama diajak nongkrong, lalu cari tempat lalu dieksekusi. Korban, kiri. Tersangka sedang mengemudi,” jelasnya.

Apalagi, tersangka memarkir mobilnya di tempat parkir komersial di Jalan Sunandar Friyo Sudarmo Kecamatan Malansi Blimbing setelah mengambil jenazah korban.

Kemudian, dini hari Jumat, 4 Agustus 2022, pelaku menitipkan kunci mobil di rumah temannya berinisial YP dan meninggalkan kunci mobil di jasa ojek online (ojol.

Tersangka berusaha mencari tempat yang aman untuk membuang mayat di pagi hari dengan menemukan kunci mobil di rumah temannya.

Usai berkeliling, tersangka membuang jenazah korban dengan menutupi tubuh korban dengan tumpukan ilalang di lahan kosong Pasuruan, Purwodadi dan Dusun Krajan.

“Dia secara acak mengambil semak. “Saya berkeliling ke daerah lain untuk menemukan tempat pembuangan sampah,” katanya.

“Lari pukul 22.00 WIB, buang pukul 07.00-08.00 WIB, ya tanggal 8,” kata Lintar.

Setelah itu, Jias memarkir mobil korban di rumah Bumi Mondoroka Raya di Malangsingosari dan membawa Oyol ke rumahnya.

Saat melarikan diri, tersangka mengaku mencoba menjual mobil dari mulut ke mulut.

“Kami sedang mencari pembeli. (Sulit mencari pembeli)” ujarnya.

Pada hari yang sama, tersangka kembali membuka ponsel korban dan mencuri uang korban senilai 3,4 juta rupiah melalui mobile banking.

“Pelat nomornya dicopot dengan pisau untuk menghilangkan barang bukti bahwa mobil tersebut memiliki plat nomor dan plat nomor. Palu digunakan untuk menghancurkan ponsel korban dan dibuang begitu saja,” kata Lintar.

Lima hari kemudian, Selasa 4 Desember 2022, warga menemukan jasad korban.

Akibat perbuatannya, Ziath divonis maksimal 20 tahun penjara berdasarkan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, pasal 338 KUHP, pasal 365 pasal 365.

(/John Liestyo Poerwoto)( East Java/Kukuh Kurniawan)( Madiun/Luhur Pambudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Jadi Tersangka, Vanessa Khong Terima Uang Hingga Dan Sebidang Tanah Senilai Rp12,8 M Dari Indra Kenz
Next post Jaga Ketersediaan, Holding BUMN Pangan Telah Salurkan 27 Juta Liter Minyak Goreng Ke Pasar Rakyat