Wali Kota Rahmat Effendi Paksa Camat Dan ASN Setor Duit Percepat Bangun Glamping Cisarua Miliknya

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah uang kepada Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi, alias Bang Pepen, kepada Wali Kota Bekasi dan pejabatnya sejumlah uang untuk memperlancar pembangunan kubu penyihir. untuk menyetor (Terbakar) Cisarua Bjawa Barat.

Informasi itu terungkap saat penyidik ​​KPK memeriksa Ninening Sumyati, sekretaris Biro Sumber Daya Manusia, pejabat Kota Bekasi bernama Lintong, dan Camat Satria Erliani Maidan. situs judi freechip

Mereka diperiksa pada Kamis (4 Juli 2022) di gedung merah putih KPK terkait penyidikan dugaan pencucian uang Rehmat Effendi.

“Saksi yang hadir menyetor sejumlah camat dan ASN dari Pemkot Bekasi yang diduga digunakan untuk mempercepat proses akumulasi fermentasi, dan yang terpenting pengetahuan mereka tentang peran aktif risk learning dipelajari. Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan: Dalam keterangannya, Jumat (4/8/2022).

Pada Senin (4 April 2022) KPK menetapkan Rahmat Efendi sebagai tersangka kasus pencucian uang (TPPU).

Putusan ini memajukan dakwaan suap pembelian barang dan jasa, serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi (Bimkot), Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Rahmat Effendi.

KPK diduga melakukan pencucian uang dengan cara membelanjakan, menyembunyikan, dan menyamarkan kepemilikan harta kekayaan yang diperoleh melalui penyidikan tindak pidana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Napoleon Sebut Tindakannya Aniaya M Kece Jadi Solusi Redam Amarah Penghuni Rutan
Next post United Tractors Bagikan Dividen Sebesar Rp4,6 Triliun Dari Laba Tahun 2021